Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Buah Carica Dieng Sumbing Segar Saat Berwisata Ke Dieng

Diposting oleh Aditya on Rabu, 05 Maret 2014

Buah carica dieng merupakan buah yang hanya tumbuh di Dataran tinggi Dieng, buah ini tergolong unik, buah yang memiliki nama latin Carica Pubescens ini masuk dalam golongan famili Pepaya. Hanya saja, bertolak belakang dengan Pepaya yang biasa hidup di tempat panas , justru Carica hanya bisa tumbuh ditempat tinggi dengan suhu udara relatif dingin. Oleh karena itu, buah ini banyak tumbuh di Dataran Tinggi Dieng.

Buah Carica Dieng Kandungannya


Buah carica dieng banyak mengandung enzim Papain, yaitu enzim yang berfungsi mempercepat proses pencernaan Protein. Enzim papain dalam buah pepaya mampu mencerna zat sebanyak 35 kali lebih besar dari ukurannya sendiri, itulah kenapa meski kandungan Protein dalam buah Carica tidak terlalu tinggi (4-6 gr) namun hampir selurunya dapat diserap oleh tubuh dan sangat berpengaruh pada produksi hormon pertumbuhan manusia. Bahkan penelitian baru-baru ini menunjukan kandungan Arginin pada buah carica dapat menghambat pertumbuhan sel-sel kanker Payudara.

Produk Carica Dieng

Buah carica ini diolah menjadi berbagai macam olahan, mulai dari dodol carica, wajik carica, syrup, dan yang paling terkenal adalah manisan carica, salah satu contoh manisan carica yang terkenal adalah "Carica Sumbing Segar" produksi dari oafindo.

buah carica dieng


Buah ini memang banyak disukai oleh konsumen, terutama wisatawan yang datang ke Wonosobo. Hingga saat ini produk dari buah ini sudah menjamur di kalangan masyarakat di seluruh Indonesia, juga sudah mulai ekspor ke luar negeri.


Tertarik untuk menikmati buah lezat ini? silahkan kunjungi Kota Wonosobo, atau bagi anda yang ingin mememasnya bisa hubungi kewonosobo.com atau jika anda ingin membeli secara besar-besaran (grosir) atau ingin menjadi agen bisa hubungi langsung perusahaan-nya di Oafindo.com

More aboutBuah Carica Dieng Sumbing Segar Saat Berwisata Ke Dieng

Perkebunan Teh Kayu Aro

Diposting oleh Blog Anak Muda on Selasa, 12 Oktober 2010

Perkebunan Teh Kayu Aro Kerinci Jambi






Photo by : Wahyu Setiawan





Perkebunan teh Kayu Aro merupakan perkebunan the yang terbesar di dunia dengan luas 3.020 m yang terhampar dari kaki gunung kerinci. Perkebunan teh dengan segala aktivitasnya merupakan obyek wisata agro yang menarik. Kegiatan pemetikan teh dan proses pengolahan teh menjadi produk yang siap di pasarkan merupakan atraksi yang menarik untuk dilihat.

More aboutPerkebunan Teh Kayu Aro

Danau Lingkat Kerinci Jambi

Diposting oleh Blog Anak Muda

Danau Lingkat Kerinci Jambi






Danau yang masih alami ini terletak di pinggir hutan Taman Nasional Kerinci Seblat yang berdekatan dengan Desa Lempur Mudik. Luasnya lebih kurang 12 ha pada ketinggian 1.100 m dari permukaan laut. Hal yang menarik pada objek wisata ini, yakni masih dapat di dengar suara binatang seperti, Siamang dan yang lainya ketika matahari bersinar. Menjelajahi danau dengan rakit dan melihat batu yang unik berwarna-warni didasar danau yang dapat dilihat dari permukaan air.
More aboutDanau Lingkat Kerinci Jambi

Air Terjun Tujuh Tingkat

Diposting oleh Blog Anak Muda







Get Free Shots from Snap.com

Bagi wisatawan yang menyukai kegiatan cros country atau wisata alam, objek wisata ini merupakan tempat yang cocok untuk kegiatan itu. Untuk mencapai objek wisata, wisatawan harus melewati hutan produksi kayu manis dan hutan lindung.





More aboutAir Terjun Tujuh Tingkat

Gunung Kerinci

Diposting oleh Blog Anak Muda on Jumat, 01 Oktober 2010

Gunung Kerinci (juga dieja "Kerintji", dan dikenal sebagai Gunung Gadang, Berapi Kurinci, Kerinchi, Korinci, atau Puncak Indrapura) adalah gunung tertinggi di Sumatra, dan puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua. Gunung Kerinci terletak di Pegunungan Bukit Barisan, dekat pantai barat, dan terletak sekitar 130 km sebelah selatan Padang. Gunung ini dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan habitat harimau sumatra dan badak sumatra.
Kerinci masih aktif dan terakhir kali meletus pada tahun 2009.Gunung Kerinci

Gunung Kerinci (1987)
Ketinggian 3,805 m (12.484 ft)
Ketinggian topografi 3,805 m (12.484 ft) Urutan ke-33
Daftar Ultra
Ribu
Lokasi


Sumatra, Indonesia
Pegunungan Bukit Barisan
Koordinat 1°41′48″S 101°15′56″EKoordinat: 1°41′48″S 101°15′56″E
Geologi
Jenis Stratovolcano
Busur/sabuk vulkanik Cincin Api Pasifik
Letusan terakhir 2009
Pendakian
Pertama didaki 1877 oleh von Hasselt and Veth
Rute termudah Kersik Tuo
More aboutGunung Kerinci

Bukit Kayangan Kerinci Jambi

Diposting oleh Blog Anak Muda on Senin, 30 Agustus 2010

Objek wisata bukit khayangan merupakan salah satu objek wisata yang berada di kota sungai penuh. Letaknya di gugusan Gunung Raya dan berbatasan dengan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) tepatnya di desa Bina karya , disamping itu ketinggian dari bukit khyangan 2.000 Meter dpl dengan suhu sekitar 20 derajat celcius.Untuk meuju objek wisata ini kita terlebih dahulu memasuki kota sungai penuh, dari kota sungai penuh kita bisa melihat tingginya bukit khayangan yang di selimuti kabut. Setelah sampai di kota sugnai penuh kita langsung menuju objek wisata ini dengan mengunakan kendaran roda empat maupaun roda dua, disamping itu juga kita akan melewati jalan yang berkelok kelok, waktu yang di butuh kan untuk sampai di puncak bukit yankni sekiratar 35 menit.

Sebelum sampai di bukit khayangan ini kita terlebih dahulu melalui pintu masuk dan perkebunan masyarakat setempat serta pepohonan yang rindang di sepanjang jalan.

Saat berada di atas bukit Khayangan ini , kita akan merasakan kesejukandan kabut tipis mega-mega putih menyelimuti seluruh puncak bukit seolah sedang berada di khayangan, negeri dongeng. Karena kerap diselimuti halimun itulah bukit ini dinamakan Bukit Khayangan.

Ketika kabut mulai tersapu angin, keindahan lembah di bawahnya terkuak jelas kita dapat melihat panorama keindahan alam Kerinci yang mengagumkan. Danau kerinci dan bentangan petak-petak sawah serta hamparan padi yang menguning serta desa-desa tempat tinggal penduduk yang bertebaran dan deretan Bukit Barisan yang diam membisu dapat dilihat dari obyek ini.

Kesejukan udaranya menjadikan kita semakin betah disana. Bukan hanyan itu saja di sebelah Utara terhampar lembah yang di tumbuhi oleh pohon bambu bambu yang menghijau dan jalanan yang berkelok dari kaki bukit menciptakan pemandangan fantastik.

Kondisi jalan menuju Bukit Khayangan beraspal dan cukup lebar. Fasilitas di objek wisata ini cukup memadai. Ada jalan setapak bersemen dengan sejumlah anak tangga. Suasananya asri dengan beragam pepohonana tinggi dan rindang, Udaranyanya juga sangat sejuk dan tentunya jauh dari polusi hingga membuat para pengunjung menjai betah disana betah berlama-lama disana.

Disamping itu di objek wisata ini juga telah di bangun sebuah pondok yang dibangun permanen yang di peruntukan bagi para pengunjung unnuk bersantai menikmati pemandangan alam kerinci dari atas bulit khayangan ini.

Disisi lain para pengunjung juga datang dari berbagai penjuru, selain dari para pengunjung lokal objek wisata ini juga banyak di kinjungi oleh pengunjung dari luar daerah bahkan juga ada dari para pengunjung dari mancanegara yang juga ingin menikmati keindahan Pesona bukit khayangan di bumi sakti alam kerinci yang disebut- sebut Serambi madinah.
More aboutBukit Kayangan Kerinci Jambi

KERINCI PATENKAN JERUK PULAU TENGAH

Diposting oleh Blog Anak Muda on Sabtu, 12 Juni 2010

Pemerintah Kabupaten Kerinci akan mempatenkan jeruk lokal berasal dari Desa Pulau Tengah, Kecamatan Gunung Kerinci, yang memiliki rasa dan ciri khas tersendiri dibanding jeruk dari daerah lain.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Kerinci Kamil di Jambi, Jumat mengatakan, pihaknya sudah mengembangkan tanaman jeruk lokal itu di atas areal ratusan hektare.

"Jeruk Desa Pulau Tengah yang dikenal manis dan rapuh kulitnya itu, sebelumnya diabaikan warga dan petani, namun kini kembali digalakkan," katanya.

Dengan keunikan atau ciri khas yang dimiliki jeruk itu, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat akan mematenkan nama dan asal jeruk itu.

Pemerintah Kabupaten Kerinci juga menginginkan ada komoditi pertanian di daerahnya yang dijadikan andalan dan dikenal di dunia luar seperti Salak Pondoh dari Jogjakarta atau apel Malang dan lainnya.

Kabupaten Kerinci yang memiliki struktur tanah subur dan berhawa dingin sangat cocok untuk tanaman tersebut, karena terletak di kaki Gunung Kerinci.

Usaha pengembangan tanaman jeruk dilakukan di Desa Pelompek, Kecamatan Kayu Aro, telah memberikan hasil memuaskan dan turut memotivasi petani lainnya untuk melakukan hal yang sama.

Pemilik jeruk yang berhasil itu mampu meraih keuntungan yang tidak sedikit, dan jeruk yang dihasilkannya tidak saja untuk memenuhi kebutuhan lokal dan kabupaten tetangga saja, bahkan sudah menembus pasar ekspor.

Pemerintah khususnya Dinas Pertanian terus memberikan dukungan pada petani, baik modal maupun bibit serta pembinaan agar usaha pengembangan dan mempromosikan jeruk asli Kerinci itu bisa berhasil.

"Ke depan wisatawan dan masyarakat luar juga harus mengenal jeruk Pulau Tengah dari Kabupaten Kerinci, seperti mereka mengenal Salak Medan, Salak Pondoh, Apel Malang, Mangga Indramayu dan lainnya," kata Kamil.
More aboutKERINCI PATENKAN JERUK PULAU TENGAH

Pesona Danau Kaco Lempur Kerinci

Diposting oleh Blog Anak Muda on Jumat, 11 Juni 2010

Keluar Cahaya saat Malam Tiba
KERINCI, wilayah kabupaten paling barat di Provinsi Jambi ini dianugrahi dengan keindahan alam yang tiada duanya. Tidak salah jika Kabupaten Kerinci diberi gelar Bumi Segepal Tanah Surga yang Tercampak ke Bumi


Satu di antara keindahan alam yang dimiliki Kabupaten Kerinci adalah Danau Kaco, yang terletak dalam Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Danau yang memiliki luas sekitar 30x30 meter ini, memiliki kedalaman yang masih misteri . Meskipun memiliki kedalaman air yang tidak terukur, namun dasar Danau Kaco bisa terlihat dengan jelas. Ini karena warna air yang bening dan jernih serta tempat ribuan ikan semah berkembang biak.
Menurut cerita warga setempat dan beberapa orang anggota pecinta alam yang pernah berkunjung ke danau tersebut, ikan yang ada di dalam danau hanya bisa ditangkap dengan menggunakan pancing.
Jika hanya menggunakan peralatan lain jangan harap bisa mendapatkan ikan. Pernah ada warga setempat yang memasang jaring untuk menangkap ikan semah di dalam danau, namun tak satu pun ikan didapat.
Menariknya lagi, bagi pemancing yang ingin memancing di Danau Kaco, mereka harus memiliki niat yang baik. Jika tidak, maka orang itu tidak akan mendapat ikan. Selain itu, jumlah tangkapan juga tergantung pada niat pemancing.
"Jika pemancing niatnya mau ikan lima ekor, maka ikan yang didapatkan saat memancing hanya lima ekor saja. Kalaupun dapat ikan lebih banyak, maka ikan yang didapat bukan ikan semah, namun ikan lele yang sebenarnya tidak pernah terlihat dari permukaan danau," ujar Sofa, pecinta alam yang sudah beberapa kali mengunjungi danau tersebut.
Selain itu, Danau Kaco juga mengeluarkan cahaya yang terang terutama pada saat bulan purnama. "Jika berkemah di Danau Kaco, apalagi saat bulan purnama, maka pengunjung tidak membutuhkan penerangan, karena air danau mengeluarkan cahaya yang cukup terang. Jika dilihat dari kejauhan, cahayanya terlihat seperti lampu yang diarahkan ke langit," katanya.
Cerita rakyat
Menurut kepercayaan warga setempat, cahaya yang dikeluarkan dari dasar Danau Kaco, merupakan cahaya intan yang tersimpan di dasar air. Intan tersebut, dulunya disimpan oleh Raja Gagak, yang berkuasa saat itu.
"Menurut cerita sesepuh desa, intan yang disimpan raja gagak di dasar Danau Kaco adalah intan dan emas titipan yang merupakan ikatan janji pangeran-pangeran yang ingin melamar putri Raja Gagak yang bernama Putri Napal Melintang. Semua lamaran anak raja yang ada di Kerinci diterima Raja Gagak, akhirnya ia kebingungan menerima yang mana," jelas warga Kecamatan Gunung Raya, Jon Hendri.
Putri Napal Melintang sendiri kata Jon Hendri, dikenal memiliki wajah yang sangat cantik, sehingga ia disukai oleh pemuda yang ada pada zaman itu. Bahkan karena kecantikannya ia juga dicintai ayahnya sendiri.
"Raja Gagak membawa lari putrinya beserta perhiasan emas dan intan yang dititipkan oleh para pangeran sebagai tanda janji, dan menyimpan emas dan intan tersebut di dasar danau," tambah Jon.
Sampai saat ini kata Jon Hendri, warga Kecamatan Gunung Raya, masih mempercayai intan tersebut masih tersimpan di dasar danau. Beberapa tahun lalu, sempat ada warga yang ingin mencoba mengeringkan air Danau Kaco, namun nasib naas dialami warga itu. Ia meninggal karena sakit yang tak kunjung sembuh.
"Percobaan pengambilan intan di dasar Danau Kaco ini, telah menbuat pria bernama Lisyuar Yusuf warga Koto Payang meninggal dunia. Sejak itu tidak ada lagi warga yang berani mengganggu intan yang ada di dasar danau," sebut Jon Hendri.
Jalan kaki 4 jam
Untuk bisa sampai ke Danau Kaco, pengunjung harus berjalan kaki selama empat jam dari Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, melintasi kawasan TNKS. Selama di perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan alam yang masih sangat asri karena dilindungi oleh warga setempat.
Namun bagi yang membawa kendaraan pribadi, mereka bisa menghemat waktu satu jam. Kendaraan hanya bisa masuk sampai ke Benteng Depati Parbo, pahlawan Kerinci yang namanya sangat terkenal. Selanjutnya perjalanan bisa dengan berjalan kaki.
"Sebelum memasuki kawasan Danau Kaco, jangan lupa meminta izin terlebih dahulu pada orang adat setempat. Menurut pengakuan orang adat, kawasan Danau Kaco merupakan wilayah mereka," tambah seorang anggota pecinta alam kepada Tribun.
Keunikan lain
Keunikan Dano Kaco bisa dikatakan sebagai bagian 15 danau di seluruh dunia yang memiliki kekhasan berbeda. Diantaranya adalah Danau Kalimutu yang memiliki warna-warna menakjubkan di Pulau Flores. Inilah danau satu-satunya di dunia yang warnanya bisa berubah-ubah setiap saat.
Secara ilmiah, perubahan warna air sejumlah danau di dunia disebabkan banyak hal. Di antaranya dipengaruhi oleh kandungan mineral, jenis lumut, dan batu-batuan di dalam kawah tersebut. Selain itu, perubahan warna air danau juga sebagai dampak dari proses unsur kimia tanah. Hal ini merupakan bagian dari aktivitas gunung api.
Menurut pengamatan Kepala Balai Taman Nasional, Gatot Soebiantoro, berdasarkan riset Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi warna sebuah danau berwarna merah karena memiliki kandungan besi yang tinggi. Sementara berwarna danau biru karena terdapat tekanan gas yang sangat tinggi.
Danau lain yang tak kalah menakjubkan adalah danau di Wucai Chi, Cina. Air di danau ini memiliki keunikan berbeda, karena memiliki lima warna yakni hijau, putih susu, biru, torquoise, dan kuning sekaligus. Karenanya dikenal dengan sebutan danau lima warna, terletak di Jiuzhaugou, Sichuan. Danau ini terkenal juga dengan sebutan danau kristal karena airnya amat bersih dan bening. Karena uniknya, maka Unesco memasukkannya sebagai salah satu dalam koleksi warisan dunia. (edijanuar/berbagai sumber)
More aboutPesona Danau Kaco Lempur Kerinci

Air Terjun Pendung

Diposting oleh Blog Anak Muda on Jumat, 15 Januari 2010


Air Terjun Pendung di Desa Semurup, Kecamatan Air Hangat, Kerinci. Lokasinya berada di sebelah kiri jalan raya di pertengahan antara Kota Sungai Penuh ke kebun teh di Kayu Aro. Ini termasuk obyek yang belum populer sehingga jarang dirambah wisatawan.

Untuk menuju ke air terjun itu, pengunjung harus menyusuri kebun, hutan, dan menyeberangi sejumlah sungai. Beruntung, kami diantar rombongan beberapa siswa yang tengah berlibur.

Di antara lintasan sungai-sungai, kami menelusuri jalan setapak tanah liat yang berlumpur, menyelinap di balik pepohonan, atau menyibak rerimbunan semak belukar. Kadang, kami harus melepas sandal atau sepatu agar lebih mudah berjalan.

Jalur ini masih sulit dilalui karena hanya sesekali digunakan. ”Pengunjungnya orang-orang di sekitar sini saja,” kata Ziki (13), salah satu anak pengantar kami.

Sekitar satu jam perjalanan, pada ujung Sungai Pendung, kami dikejutkan oleh pemandangan tak terduga. Sebuah ngarai atau lereng menjulang tinggi di atas sungai. Dari atas ngarai, muncul air bertumpahan dalam butiran besar dan kecil.

Air terjun itu diapit dinding batu yang berlekak-lekuk dan dipenuhi lumut, semak, atau suplir. Secercah sinar matahari dari atas ngarai itu menerobos masuk ke dalam jurang hingga menembus air sungai yang bening. Paduan antara ngarai, air terjun, sungai, dan terobosan sinar matahari tadi menciptakan suasana dramatis.
More aboutAir Terjun Pendung

Gunung Kerinci

Diposting oleh Blog Anak Muda on Rabu, 16 April 2008



Gunung Kerinci

Lokasi


Sumatra, Indonesia
Pegunungan Bukit Barisan
Koordinat 1°41′48″S 101°15′56″EKoordinat: 1°41′48″S 101°15′56″E
Geologi
Jenis Stratovolcano
Busur/sabuk vulkanik Cincin Api Pasifik
Letusan terakhir 2009
Pendakian
Pertama didaki 1877 oleh von Hasselt and Veth
Rute termudah Kersik Tuo

steam exiting Kerinci's huge crater; Danau Gunung Tujuh (Seven Mountains Lake) can be seen in the background at the right....
More aboutGunung Kerinci

GUNUNG KERINCI

Diposting oleh Blog Anak Muda on Jumat, 15 September 2000


Gunung Kerinci merupakan gunung berapi yang tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3800m dpl dan masih dalam keadaan aktif. Berada pada lintang 10°45,50′ LS dan 1010°160′ BT. Terletak di dua kabupaten yaitu Kerinci dan Sulak Deras. Dikaki gunung ini juga anda bisa temukan perkebunan teh yang terdapat di desa Kersik Tuo. Didesa Kersik Tuo ini banyak terdapat penginapan-penginapan yang diusahakan oleh penduduk setempat. Penduduk didesa Kersik Tuo ini mayoritas adalah suku Jawa yang sudah lama sekali tinggal disana, sejak jaman kolonial Belanda. Gunung kerinci berada dibawah perlindungan Taman Nasioanal Kerinci Semblat. Pada areal hutan gunung ini kita masih bisa menjumpai harimau sumatera. Satu hal yang mesti di ingat, jika anda mendaki gunung ini, jangan bermalam atau mendirikan tenda di daerah selter I atau didaerah ketinggiannya dibawah 1500m dpl. Karena daerah ini merupakan habitatnya harimau sumatera dan tempat mereka berburu. Dan usahakan untuk tidak membawa makanan yang berbau anyir atau daging mentah. Pemandangan dari puncak Kerinci sangat memukau, kita bisa melihat danau kerinci dan danau situjuh yang berada diatas puncak bukit situjuh, serta di bagian selatan terlihat Lubuk Gadang dan Muara Labuh. Sementara di arah barat terlihat samudera Hindia. sangat indah. Sewaktu web master high-camp.com mendaki gunung ini dan mendirikan tenda tepat di daera berpasir di bawah puncak (lihat photo) pemandangan yang lepas dimalam hari sangat memukau, tapi hati-hati karena anginnya lumayan kencang, tenda anda harus cukup kuat untuk camping didaerah ini. Beruntung sekali pada saat itu air bisa didapat, akan tetapi harus menyeberangi dua punggungan.

JALUR PENDAKIAN GUNUNG KERINCI
Gunung Kerinci bisa dicapai lewat kota Jambi atau kota Padang atau juga dari Muara Bungo. Muara Bungo terletak di jalan Lintas Sumatera antara profinsi Jambi dan Sumatera Barat. Keterangan rute-rute tersebut sebagai berikut.

Rute Kota Padang Sumatera Barat.
Padang - Kersik Tuo - Sugai Penuh.
Naik bus umum trayek Padang Sungai Penuh dan turun didesa Kersik Tuo.

Rute dari Jambi.
Jakarta - Jambi - Sungai Penuh - Kersik Tuo.

Rute dari Muara Bungo.
Jakarta - Muara Bungo - Sungai Penuh.
Dari Jakarta naik bus tujuan Padang, dan turun di kota Muara Bungo, dari sini dilanjutkan perjalan dengan menumpang mini bus dengan tujuan Sungai Penuh. Kemudian ganti kendaraan lagi dengan naik angkutan mini bus ke desa Kersik Tuo. Selain dari Kersik Tuo bisa juga dicapai dari Lubuk Gadang dan Kayu Aro. Akan tetapi rute dari desa Kersik Tuo adalah yang umum dipakai oleh para pendaki. High-camp.com menyarankan anda menginap dulu di Kersik Tuo dan memulai pendakian pagi keesokan harinya.

TAHAPAN RUTE PENDAKIAN

Pondok R10 (1611 m dpl) - Pintu Rimba (1800 m dpl)
R10 adalah pondok jaga balai TNKS untuk mengawasi setiap pengunjung yang akan mendaki gunung Kerinci. Medannya berupa perkebunan/ladang penduduk, kondisi jalan baik (aspal) sampai batas hutan. Jarak tempuh 2 km atau 1 jam perjalanan.

Pintu Rimba - Pos Bangku Panjang (1909 m dpl)
Pintu Rimba merupakan gerbang awal pendakian berada dalam batas hutan antara ladang dan hutan heterogen sebagai pintu masuk, disini ada shelter dan juga lokasi air kurang lebih 200 meter sebelah kiri jika kita menghadap gunung Kerinci. Jarak tempuh ke Bangku Panjang 2 km atau 30 menit perjalanan, lintasan trekking nya relatif landai.

Pos Bangku Panjang - Pos Batu Lumut (2000 m dpl)
Pos Bangku Panjang terdapat dua shelter yang masih boleh dibilang layak. Menuju Batu Lumut medan pendakian masih landai dan jarak tempuhnya sekitar 2 km dengan waktu tempuh 30 menit.

Pos Batu Lumut - Shelter 1 (2225 m dpl)
Pos Batu Lumut merupakan tempat istirahat namun tidak ada shelternya tetapi disini ada lokasi airnya (air endapan). Memang lokasinya di sungai tetapi sungai ini konterporer yang hanya berair dimusim hujan. Jarak tempuh menuju Shelter 1 sejauh 2 km perjalanan dengan waktu tempuh 1 jam. Kondisi jalan setapaknya relatif terjal dengan kemiringan sekitar 60.

Shelter 1 - Shelter 2 (2510 m dpl)
Shelter 1 merupakan tempat istirahat, terdiri dari satu buah pondok yang masih terawat baik, jarak tempuh menuju pos 2 yaitu 3 km dengan waktu tempuh 1,5 jam. Di lintasan ini sesekali jalan setapaknya terjal sampai kemiringan 45

Shelter 2 - Shelter 3 (3073 m dpl)
Shelter 2 merupakan tempat istirahat, dengan satu buah shelter namun tidak terlalu kokoh. Mungkin karena usia pondok ini cukup tua dan kondisi medan yang suhu udara dratis membuat shelter ini masih bertahan walaupun dalam keadaan miring hampir rubuh. Jarak tempuh menuju shelter 3 yaitu 2 km dengan waktu tempuh 2 jam.

Shelter 3 - Shelter 4 (3351 m dpl)
Shelter 3 merupakan tempat istirahat yang hanya tingga kerangka besinya saja. Lokasi ini merupakan medan yang terbuka dan bisa memandang kearah desa Kersik Tuo. Tempat ini juga bagus untuk dijadikan tempat mendirikan tenda. karena tempat datarnya lumayan luas. Disini juga kita bisa menjumpai sumber air. Perjalanan menuju puncak hanya tinggal 3 jam perjalanan dari shelter ini. Menuju shelter 4 jarak 1,5 km dengan waktu tempuh 1 jam. Kondisi jalan setapaknya merupakan bekas aliran air yang menjadi jalur pendakian.

Shelter 4 - Batas vegetasi/Pasir/Batuan Cadas - Puncak (3800 m dpl)
Ditempat ini terdapat papan pengumuman yang berisikan larangan membuat rute baru dan informasi mengenai lintasan pasir dan cadas harap berhati-hati. Lapangan yang luas. Disini bisa mendirikan tenda asalkan tenda anda memenuhi persyaratan untuk didirikan disini, karena disini angin bertiup lumayan kencang serta suhu yang dingin. Sewaktu highcamp mendirikan tenda disini (lihat gallery photo) kami menemukan air yang letaknya satu punggungan sebelah kiri kalau menghadap ke puncak. Jarak tempuh menuju puncak sekitar 2 km dengan waktu tempuh 2,5 jam.

Tempat Menarik

Ada beberapa tempat menarik yang mungkin dikunjungi diantaranya:
Kebon teh Kersik Tuo, Danau Belibis, Danau kerinci, Danau Situjuh di gunung Situjuh.

Selain itu di lokasi Taman Nasional Kerinci Seblat ini juga terdapat komunitas yang disebut dengan ORANG KERINCI , komunitas ini sampai saat ini sangat susah untuk menemukannya. Tim antropologi Perancis masih menyelidikinya. Menurut penduduk setempat, orang kerinci ini mempunyai postur tubuh setinggi anak usia 3 tahun dan berambut panjang, yang unik dari mereka adalah telapak kaki mereka yang terbalik, tidak seperti kita tumit berada dibelakang akan tetapi orang kerinci ini tumitnya ada didepan dan jari-jarinya menghadap kebelakang. Gerakan mereka sangat cepat, sangking cepatnya photograper penyelidik dari perancis itu tidak bisa memotret mereka walaupun sudah bertemu muka. Hasil penyelidikan tim antropolog Perancis ini dapat dilihat di kantor mereka di kota Sungai penuh. Ada photo-photo bekas telapak kaki mereka yang ukurannya sebesar telapak kaki anak kecil.

sumber :http://tipsaya.blogspot.com/
More aboutGUNUNG KERINCI

Letak geografis Kerinci

Diposting oleh Blog Anak Muda on Senin, 28 Maret 1988

Letak Wilayah
Wilayah Kabupaten Kerinci terletak dibagian barat Pulau Sumatera tepatnya diantara 01o41' sampai 02o26' lintang selatan dan 101o08' sampai 101o40' bujur timur. Kabupaten ini berjarak sekitar 418 km dari Kota Jambi, dengan batas-batas sebagai berikut :
  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat.
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Merangin.
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Bungo dan Kabupaten Merangin.
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat.
Luas Wilayah
Sejak awal tahun 2009 Kabupaten Kerinci dimekarkan menjadi dua wilayah administratif yang terpisah dengan berdirinya Kota Sungai Penuh. Setelah pemekaran, luas wilayah Kabupaten Kerinci berkurang menjadi 380.850 Ha menempati urutan ketiga tersempit diantara Kabupaten/Kota yang ada di Propinsi Jambi atau seluas  7,13 persen dari total wilayah Propinsi Jambi. Dari keseluruhan luas wilayah tersebut sekitar 50,37 persen telah diklaim oleh pemerintah sebagai bagian areal Taman Nasional Kerinci Seblat. Areal yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai penggunaan seperti kawasan budidaya hanya tersisa sekitar 49,63 persen atau 3,59 persen dari keseluruhan luas wilayah Propinsi Jambi. Dari 189.028 Ha areal yang dapat dimanfaatkan, seluas 41.620 Ha atau 22,12 persen merupakan kawasan non pertanian dan hanya 147.408 Ha yang dapat dimanfaatkan sebagai lahan budidaya pertanian.

Secara administratif, keseluruhan luas wilayah Kabupaten Kerinci terkelompok ke dalam 12 (dua belas) kecamatan dengan karakteristik yang cukup beragam seperti jumlah desa/kelurahan, luas wilayah, jumlah dan tingkat kepadatan penduduk, kualitas sumber daya manusia, potensi sumber daya alam, kondisi geografis, dan ketersediaan sarana dan prasarana. Keragaman berbagai karakteristik tersebut menyebabkan perkembangan masing-masing wilayah cukup bervariasi antar kecamatan.

Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Kerinci

© Copyright Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kab. Kerinci

Jalan Jenderal Basuki Rahmat Nomor 09 Sungai Penuh, Kerinci - Jambi

Telepon (0748) 21708 Fax (0748) 324150

Website: www.kerincikab.go.id / Email: info@kerincikab.go.id

More aboutLetak geografis Kerinci

Asal usul Nama Kerinci

Diposting oleh Blog Anak Muda

GUNUNG KERINCI/KADRALGunung Kerinci (juga dieja "Kerintji", dan dikenal sebagai Gunung Gadang, Berapi Kurinci, Kerinchi, Korinci, atau Puncak Indrapura) adalah gunung tertinggi di Sumatra, dan puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua. Gunung Kerinci terletak di Pegunungan Bukit Barisan, dekat pantai barat, dan terletak sekitar 130 km sebelah selatan Padang. Gunung ini dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan habitat harimau sumatra dan badak sumatra.
Nama ‘Kerinci’ berasal dari bahasa Tamil “Kurinci”. Tanah Tamil dapat dibagi menjadi empat kawasan yang dinamakan menurut bunga yang khas untuk masing-masing daerah.
Bunga yang khas untuk daerah pegunungan ialah bunga Kurinci (Latin Strobilanthus. Dengan demikian Kurinci juga berarti 'kawasan pegunungan'.

Di zaman dahulu Sumatera dikenal dengan istilah Swarnadwipa atau Swarnabhumi (tanah atau pulau emas).
Kala itu Kerinci, Lebong dan Minangkabau menjadi wilayah penghasil emas utama di Indonesia (walaupun kebanyakan sumber emas terdapat di luar Kabupaten Kerinci di daerah Pangkalan Jambu, Kabupaten Merangin).

Di daerah Kerinci banyak ditemukan batu-batuan Megalitik dari zaman Perunggu (Bronze Age) dengan pengaruh Budha termasuk keramik Tiongkok. Hal ini menunjukkan wilayah ini telah banyak berhubungan dengan dunia luar.

Awalnya ‘Kerinci’ adalah nama sebuah gunung dan danau (tasik), tetapi kemudian wilayah yang berada di sekitarnya disebut dengan nama yang sama.
Dengan begitu daerahnya disebut sebagai Kerinci (Kinci atau Kince atau “Kincai” dalam bahasa setempat), dan penduduknya pun disebut sebagai orang Kerinci.
More aboutAsal usul Nama Kerinci