Budaya Kerinci
Budaya Kerinci sangat khas. Tari-tariannya adat merupakan campuran Minang dan Kerinci serta Melayu. Misalnya, Tari Joged Sitinjau Laut. Lagu-lagu Kerinci juga terkenal unik. Pakaian adatnya juga sangat indah. Rumah suku Kerinci disebut "Larik" karena terdiri dari beberapa deretan rumah petak yang bersambung-sambung. Di Jambi, Kerinci adalah satu-satunya wilayah yang menganut adat matrilineal.
More about → Budaya Kerinci
Home » All posts
Rahasia Senyum Muhammad Saw
Diposting oleh Blog Anak Muda on Rabu, 23 Januari 2008
Rahasia Senyum Muhammad Saw

Ketika Anda membuka lembaran sirah kehidupan Muhammad saw., Anda tidak akan pernah berhenti kagum melihat kemuliaan dan kebesaran pribadi beliau saw. Sisi kebesaran itu terlihat dari sikap seimbang dan selaras dalam setiap perilakunya, sikap beliau dalam menggunakan segala sarana untuk meluluhkan kalbu setiap orang dalam setiap kesempatan.
Sarana paling besar yang dilakukan Muhammad saw. dalam dakwah dan perilaku beliau adalah, gerakan yang tidak membutuhkan biaya besar, tidak membutuhkan energi berlimpah, meluncur dari bibir untuk selanjutnya masuk ke relung kalbu yang sangat dalam.
Jangan Anda tanyakan efektifitasnya dalam mempengaruhi akal pikiran, menghilangkan kesedihan, membersihkan jiwa, menghancurkan tembok pengalang di antara anak manusia!. Itulah ketulusan yang mengalir dari dua bibir yang bersih, itulah senyuman!
Itulah senyuman yang direkam Al Qur’an tentang kisah Nabi Sulaiman as, ketika Ia berkata kepada seekor semut,
“Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; Dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. An Naml:19
Senyuman itulah yang senantiasa keluar dari bibir mulia Muhammad saw., dalam setiap perilakunya. Beliau tersenyum ketika bertemu dengan sahabatnya. Saat beliau menahan amarah atau ketika beliau berada di majelis peradilan sekalipun.
Diriwayatkan dari Jabir dalam sahih Bukhari dan Muslim, berkata, “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah saw tidak pernah menghindar dariku. Dan beliau tidak melihatku kecuali beliau pasti tersenyum kepadaku.”
Suatu ketika Muhammad saw. didatangi seorang Arab Badui, dengan serta merta ia berlaku kasar dengan menarik selendang Muhammad saw., sehingga leher beliau membekas merah. Orang Badui itu bersuara keras, “Wahai Muhammad, perintahkan sahabatmu memberikan harta dari Baitul Maal! Muhammad saw. menoleh kepadanya seraya tersenyum. Kemudian beliau menyuruh sahabatnya memberi harta dari baitul maal kepadanya.”
Ketika beliau memberi hukuman keras terhadap orang-orang yang terlambat dan tidak ikut serta dalam perang Tabuk, beliau masih tersenyum mendengarkan alasan mereka.
Ka’ab ra. berkata setelah mengungkapkan alasan orang-orang munafik dan sumpah palsu mereka:
“Saya mendatangi Muhammad saw., ketika saya mengucapkan salam kepadanya, beliau tersenyum, senyuman orang yang marah. Kemudian beliau berkata, “Kemari. Maka saya mendekati beliau dan duduk di depan beliau.”
Suatu ketika Muhammad saw. melintasi masjid yang di dalamnya ada beberapa sahabat yang sedang membicarakan masalah-masalah jahiliyah terdahulu, beliau lewat dan tersenyum kepada mereka.
Beliau tersenyum dari bibir yang lembut, mulia nan suci, sampai akhir detik-detik hayat beliau.
Anas bin Malik berkata diriwayatkan dalam sahih Bukhari dan Muslim, “Ketika kaum muslimin berada dalam shalat fajar, di hari Senin, sedangkan Abu Bakar menjadi imam mereka, ketika itu mereka dikejutkan oleh Muhammad saw. yang membuka hijab kamar Aisyah. Beliau melihat kaum muslimin sedang dalam shaf shalat, kemudian beliau tersenyum kepada mereka!”
Sehingga tidak mengherankan beliau mampu meluluhkan kalbu sahabat-shabatnya, istri-istrinya dan setiap orang yang berjumpa dengannya!
Menyentuh Hati
Muhammad saw. telah meluluhkan hati siapa saja dengan senyuman. Beliau mampu “menyihir” hati dengan senyuman. Beliau menumbuhkan harapan dengan senyuman. Beliau mampu menghilangkan sikap keras hati dengan senyuman. Dan beliau saw. mensunnahkan dan memerintahkan umatnya agar menghiasi diri dengan akhlak mulia ini. Bahkan beliau menjadikan senyuman sebagai lahan berlomba dalam kebaikan. Rasulullah saw. bersabda,
“Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” At Tirmidzi dalam sahihnya.
Meskipun sudah sangat jelas dan gamblang petunjuk Nabi dan praktek beliau langsung ini, namun Anda masih banyak melihat sebagaian manusia masih berlaku keras terhadap anggota keluarganya, tehadap rumah tangganya dengan tidak menebar senyuman dari bibirnya dan dari ketulusan hatinya.
Anda merasakan bahwa sebagian manusia -karena bersikap cemberut dan muka masam- mengira bahwa giginya bagian dari aurat yang harus ditutupi! Di mana mereka di depan petunjuk Nabi yang agung ini! Sungguh jauh mereka dari contoh Nabi muhammad saw.!
Ya, kadang Anda melewati jam-jam Anda dengan dirundung duka, atau disibukkan beragam pekerjaan, akan tetapi Anda selalu bermuka masam, cemberut dan menahan senyuman yang merupakan sedekah, maka demi Allah, ini adalah perilaku keras hati, yang semestinya tidak terjadi. Wal iyadzubillah.
Pengaruh Senyum
Sebagian manusia ketika berbicara tentang senyuman, mengaitkan dengan pengaruh psikologis terhadap orang yang tersenyum. Mengkaitkannya boleh-boleh saja, yang oleh kebanyakan orang boleh jadi sepakat akan hal itu. Namun, seorang muslim memandang hal ini dengan kaca mata lain, yaitu kaca mata ibadah, bahwa tersenyum adalah bagian dari mencontoh Nabi saw. yang disunnahkan dan bernilai ibadah.
Para pakar dari kalangan muslim maupun non muslim melihat seuntai senyuman sangat besar pengaruhnya.
Dale Carnegie dalam bukunya yang terkenal, “Bagaimana Anda Mendapatkan Teman dan Mempengaruhi Manusia” menceritakan:
“Wajah merupakan cermin yang tepat bagi perasaan hati seseorang. Wajah yang ceria, penuh senyuman alami, senyum tulus adalah sebaik-baik sarana memperoleh teman dan kerja sama dengan pihak lain. Senyum lebih berharga dibanding sebuah pemberian yang dihadiahkan seorang pria. Dan lebih menarik dari lipstik dan bedak yang menempel di wajah seorang wanita. Senyum bukti cinta tulus dan persahabatan yang murni.”
Ia melanjutkan, “Saya minta setiap mahasiswa saya untuk tersenyum kepada orang tertentu sekali setiap pekannya. Salah seorang mahasiswa datang bertemu dengan pedagang, ia berkata kepadanya, “Saya pilih tersenyum kepada istriku, ia tidak tau sama sekali perihal ini. Hasilnya adalah saya menemukan kebahagiaan baru yang sebelumnya tidak saya rasakan sepanjang akhir tahun-tahun ini. Yang demikian menjadikan saya senang tersenyum setiap kali bertemu dengan orang. Setiap orang membalas penghormatan kepada saya dan bersegera melaksanakan khidmat -pelayanan- kepada saya. Karena itu saya merasakan hidup lebih ceria dan lebih mudah.”
Kegembiraan meluap ketika Carnegie menambahkan, “Ingatlah, bahwa senyum tidak membutuhkan biaya sedikitpun, bahkan membawa dampak yang luar biasa. Tidak akan menjadi miskin orang yang memberinya, justeru akan menambah kaya bagi orang yang mendapatkannya. Senyum juga tidak memerlukan waktu yang bertele-tele, namun membekas kekal dalam ingatan sampai akhir hayat. Tidak ada seorang fakir yang tidak memilikinya, dan tidak ada seorang kaya pun yang tidak membutuhkannya.”
Betapa kita sangat membutuhkan sosialisasi dan penyadaran petunjuk Nabi yang mulia ini kepada umat. Dengan niat taqarrub ilallah -pendekatan diri kepada Allah swt.- lewat senyuman, dimulai dari diri kita, rumah kita, bersama istri-istri kita, anak-anak kita, teman sekantor kita. Dan kita tidak pernah merasa rugi sedikit pun! Bahkan kita akan rugi, rugi dunia dan agama, ketika kita menahan senyuman, menahan sedekah ini, dengan selalu bermuka masam dan cemberut dalam kehidupan.
Pengalaman membuktikan bahwa dampak positif dan efektif dari senyuman, yaitu senyuman menjadi pendahuluan ketika hendak meluruskan orang yang keliru, dan menjadi muqaddimah ketika mengingkari yang munkar.
Orang yang selalu cemberut tidak menyengsarakan kecuali dirinya sendiri. Bermuka masam berarti mengharamkan menikmati dunia ini. Dan bagi siapa saja yang mau menebar senyum, selamanya ia akan senang dan gembira. Allahu a’lam
More about → Rahasia Senyum Muhammad Saw

Ketika Anda membuka lembaran sirah kehidupan Muhammad saw., Anda tidak akan pernah berhenti kagum melihat kemuliaan dan kebesaran pribadi beliau saw. Sisi kebesaran itu terlihat dari sikap seimbang dan selaras dalam setiap perilakunya, sikap beliau dalam menggunakan segala sarana untuk meluluhkan kalbu setiap orang dalam setiap kesempatan.
Sarana paling besar yang dilakukan Muhammad saw. dalam dakwah dan perilaku beliau adalah, gerakan yang tidak membutuhkan biaya besar, tidak membutuhkan energi berlimpah, meluncur dari bibir untuk selanjutnya masuk ke relung kalbu yang sangat dalam.
Jangan Anda tanyakan efektifitasnya dalam mempengaruhi akal pikiran, menghilangkan kesedihan, membersihkan jiwa, menghancurkan tembok pengalang di antara anak manusia!. Itulah ketulusan yang mengalir dari dua bibir yang bersih, itulah senyuman!
Itulah senyuman yang direkam Al Qur’an tentang kisah Nabi Sulaiman as, ketika Ia berkata kepada seekor semut,
“Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; Dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. An Naml:19
Senyuman itulah yang senantiasa keluar dari bibir mulia Muhammad saw., dalam setiap perilakunya. Beliau tersenyum ketika bertemu dengan sahabatnya. Saat beliau menahan amarah atau ketika beliau berada di majelis peradilan sekalipun.
Diriwayatkan dari Jabir dalam sahih Bukhari dan Muslim, berkata, “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah saw tidak pernah menghindar dariku. Dan beliau tidak melihatku kecuali beliau pasti tersenyum kepadaku.”
Suatu ketika Muhammad saw. didatangi seorang Arab Badui, dengan serta merta ia berlaku kasar dengan menarik selendang Muhammad saw., sehingga leher beliau membekas merah. Orang Badui itu bersuara keras, “Wahai Muhammad, perintahkan sahabatmu memberikan harta dari Baitul Maal! Muhammad saw. menoleh kepadanya seraya tersenyum. Kemudian beliau menyuruh sahabatnya memberi harta dari baitul maal kepadanya.”
Ketika beliau memberi hukuman keras terhadap orang-orang yang terlambat dan tidak ikut serta dalam perang Tabuk, beliau masih tersenyum mendengarkan alasan mereka.
Ka’ab ra. berkata setelah mengungkapkan alasan orang-orang munafik dan sumpah palsu mereka:
“Saya mendatangi Muhammad saw., ketika saya mengucapkan salam kepadanya, beliau tersenyum, senyuman orang yang marah. Kemudian beliau berkata, “Kemari. Maka saya mendekati beliau dan duduk di depan beliau.”
Suatu ketika Muhammad saw. melintasi masjid yang di dalamnya ada beberapa sahabat yang sedang membicarakan masalah-masalah jahiliyah terdahulu, beliau lewat dan tersenyum kepada mereka.
Beliau tersenyum dari bibir yang lembut, mulia nan suci, sampai akhir detik-detik hayat beliau.
Anas bin Malik berkata diriwayatkan dalam sahih Bukhari dan Muslim, “Ketika kaum muslimin berada dalam shalat fajar, di hari Senin, sedangkan Abu Bakar menjadi imam mereka, ketika itu mereka dikejutkan oleh Muhammad saw. yang membuka hijab kamar Aisyah. Beliau melihat kaum muslimin sedang dalam shaf shalat, kemudian beliau tersenyum kepada mereka!”
Sehingga tidak mengherankan beliau mampu meluluhkan kalbu sahabat-shabatnya, istri-istrinya dan setiap orang yang berjumpa dengannya!
Menyentuh Hati
Muhammad saw. telah meluluhkan hati siapa saja dengan senyuman. Beliau mampu “menyihir” hati dengan senyuman. Beliau menumbuhkan harapan dengan senyuman. Beliau mampu menghilangkan sikap keras hati dengan senyuman. Dan beliau saw. mensunnahkan dan memerintahkan umatnya agar menghiasi diri dengan akhlak mulia ini. Bahkan beliau menjadikan senyuman sebagai lahan berlomba dalam kebaikan. Rasulullah saw. bersabda,
“Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” At Tirmidzi dalam sahihnya.
Meskipun sudah sangat jelas dan gamblang petunjuk Nabi dan praktek beliau langsung ini, namun Anda masih banyak melihat sebagaian manusia masih berlaku keras terhadap anggota keluarganya, tehadap rumah tangganya dengan tidak menebar senyuman dari bibirnya dan dari ketulusan hatinya.
Anda merasakan bahwa sebagian manusia -karena bersikap cemberut dan muka masam- mengira bahwa giginya bagian dari aurat yang harus ditutupi! Di mana mereka di depan petunjuk Nabi yang agung ini! Sungguh jauh mereka dari contoh Nabi muhammad saw.!
Ya, kadang Anda melewati jam-jam Anda dengan dirundung duka, atau disibukkan beragam pekerjaan, akan tetapi Anda selalu bermuka masam, cemberut dan menahan senyuman yang merupakan sedekah, maka demi Allah, ini adalah perilaku keras hati, yang semestinya tidak terjadi. Wal iyadzubillah.
Pengaruh Senyum
Sebagian manusia ketika berbicara tentang senyuman, mengaitkan dengan pengaruh psikologis terhadap orang yang tersenyum. Mengkaitkannya boleh-boleh saja, yang oleh kebanyakan orang boleh jadi sepakat akan hal itu. Namun, seorang muslim memandang hal ini dengan kaca mata lain, yaitu kaca mata ibadah, bahwa tersenyum adalah bagian dari mencontoh Nabi saw. yang disunnahkan dan bernilai ibadah.
Para pakar dari kalangan muslim maupun non muslim melihat seuntai senyuman sangat besar pengaruhnya.
Dale Carnegie dalam bukunya yang terkenal, “Bagaimana Anda Mendapatkan Teman dan Mempengaruhi Manusia” menceritakan:
“Wajah merupakan cermin yang tepat bagi perasaan hati seseorang. Wajah yang ceria, penuh senyuman alami, senyum tulus adalah sebaik-baik sarana memperoleh teman dan kerja sama dengan pihak lain. Senyum lebih berharga dibanding sebuah pemberian yang dihadiahkan seorang pria. Dan lebih menarik dari lipstik dan bedak yang menempel di wajah seorang wanita. Senyum bukti cinta tulus dan persahabatan yang murni.”
Ia melanjutkan, “Saya minta setiap mahasiswa saya untuk tersenyum kepada orang tertentu sekali setiap pekannya. Salah seorang mahasiswa datang bertemu dengan pedagang, ia berkata kepadanya, “Saya pilih tersenyum kepada istriku, ia tidak tau sama sekali perihal ini. Hasilnya adalah saya menemukan kebahagiaan baru yang sebelumnya tidak saya rasakan sepanjang akhir tahun-tahun ini. Yang demikian menjadikan saya senang tersenyum setiap kali bertemu dengan orang. Setiap orang membalas penghormatan kepada saya dan bersegera melaksanakan khidmat -pelayanan- kepada saya. Karena itu saya merasakan hidup lebih ceria dan lebih mudah.”
Kegembiraan meluap ketika Carnegie menambahkan, “Ingatlah, bahwa senyum tidak membutuhkan biaya sedikitpun, bahkan membawa dampak yang luar biasa. Tidak akan menjadi miskin orang yang memberinya, justeru akan menambah kaya bagi orang yang mendapatkannya. Senyum juga tidak memerlukan waktu yang bertele-tele, namun membekas kekal dalam ingatan sampai akhir hayat. Tidak ada seorang fakir yang tidak memilikinya, dan tidak ada seorang kaya pun yang tidak membutuhkannya.”
Betapa kita sangat membutuhkan sosialisasi dan penyadaran petunjuk Nabi yang mulia ini kepada umat. Dengan niat taqarrub ilallah -pendekatan diri kepada Allah swt.- lewat senyuman, dimulai dari diri kita, rumah kita, bersama istri-istri kita, anak-anak kita, teman sekantor kita. Dan kita tidak pernah merasa rugi sedikit pun! Bahkan kita akan rugi, rugi dunia dan agama, ketika kita menahan senyuman, menahan sedekah ini, dengan selalu bermuka masam dan cemberut dalam kehidupan.
Pengalaman membuktikan bahwa dampak positif dan efektif dari senyuman, yaitu senyuman menjadi pendahuluan ketika hendak meluruskan orang yang keliru, dan menjadi muqaddimah ketika mengingkari yang munkar.
Orang yang selalu cemberut tidak menyengsarakan kecuali dirinya sendiri. Bermuka masam berarti mengharamkan menikmati dunia ini. Dan bagi siapa saja yang mau menebar senyum, selamanya ia akan senang dan gembira. Allahu a’lam
Label:
Religius
Dongeng | Putri Bungsu dan Sejarah Turun Mandi
Diposting oleh Blog Anak Muda on Kamis, 18 Oktober 2007
Negri kita penuh dengan cerita menarik dan penuh pelajaran. Salah satunya adalah kisah tentang Putri Bungsu. Yuk kita simak bagaimana serunya cerita ini.
Disuatu masa, ada seorang gadis cantik, ayu dan sangat sederhana bernama Putri Bungsu. Dia juga terkenal dengan penampilan yang anggun, jujur, polos, dan lugu. Putri Bungsu hidup disatu dusun yang kecil, disana dia menjadi bunga desa yang sangat dikagumi oleh para pemuda desa.
Suatu hari, ada seorang putra Raja dari negri Sebrang sedang berburu. Putra Raja ini bernama Rajo Mudo. Setelah berkeliling bersama prajuritnya, Rajo Mudo memutuskan untuk beristirahat sejenak melepaskan lelah. Nah, pada saat itulah dia melihat Putri Bungsu dan langsung jatuh hati. Begitupula dengan Putri Bungsu, merekapun akhirnya saling terpikat dan dari hari kehari hubungan keduanya semakin erat.
Namun sayang, hubungan tersebut tidak berjalan dengan mulus. Raja Negri Sebrang yang mendengar berita inipun sangat berang mengetahui anaknya jatuh cinta dan menjalin hubungan dengan gadis desa yang sangat biasa dan sederhana.
Rajapun memberikan dua pilihan kepada Rajo Mudo. Pilihan pertama, Rajo Mudo akan diangkat sebagai raja dan dibangunkan istana yang megah, tapi Rajo muda harus meninggalkan putri Bungsu. Sedangkan pilihan kedua adalah Rajo Mudo akan dibuang dan dikeluarkan dari istana jika masih ingin menikah dengan Putri Bungsu. Namun Rajo mudo tetap memilih menikah dengan Putri Bungsu dan keluar dari lingkungan istana. Mendengar keputusan tersebut, hati Rajo Mudo sangat terpukul dan semua keluarga istanpun ikut sedih mendengar keputusan tersebut.
Rajo mudo berangkat meninggalkan istana dengan tenang dan penuh keyakinan dan bertekat untuk menikah dengan Putri Bungsu. Saat keluar dari istana, Rajo Mudo hanya berbekal sederhana. Akhirnya merekapun menikah dengan sangat sederhana pula. Waktu berjalan dan akhirnya Putri Bungsu hamil. Tetapi Rajo Mudo harus tetap mencari nafkah untuk menghidupkan keluarga mereka. Saat Rajo Mudo pergi mencari nafkah, Putri Bungsu melahirkan. Maka, Rajo Mudopun tidak bisa mendampingi Putri Bungsu saat melahirkan.
Perut Putri Bungsu merasa sangat sakit, tiba-tiba muncul wajah aneh dihadapannya, dengan pasrah putrid Bungsupun menerima pertolongan dari bayangan aneh tersebut. Meskipun bathinnya berkata kalau itu bukan manusia melainkan antu terbit kapo (hantu).
Atas pertolongan tersebut, akhirnya Putri Bungsu melahirkan dua orang anak. Antu terbit Kapo mengisap darah yang melumuri dua anak tersebut dan darah bekas tempat kelahirannya. Kemudian menghisap habis ari-arinya. Diluar rumah, Rajo Mudo telah kembali dan berteriak memanggil Putri Bungsu. Bersama itu pulalah Puti Bungsu dan Antu Kepo lenyap dari rumah tersebut.
Dari luar rumah Rajo Mudo menggendor-gedor pintu sambil memanggil Puti Bungsu. Namun, tidak ada jawaban. Hanya terdengar tangisan dua bayi yang semakin keras yang membuat hati Rajo Mudo tidak sabar untuk melihatnya.
Rajo Mudo akhirnya menemukan dua bayi kembar sedangkan istrinya hilang entah kemana. Akhirnya, dengan merasa sedih Rajo Mudo tetap membesarkan kedua anaknya. Pada saat kedua anak tersebut berumur lima tahun, Rajo Mudo merasa ragu akan keberadaan kedua anaknya tersebut. Dia merasa bahwa salah satu diantara keduanya bukanlah anaknya melainkan anak Hantu.
Rajo mudopun memastikan siapa anaknya dengan mengayunkan syair sebagai berikut :
Rajo Mudo : Bang…Bang…gagut…Tung…Tung nguek…Apo titikkan mandi…
Anak I : Titin ku amndi si rutuk
Rajo mudo : Apo lukungkan mandi
Anak I : Lukung ku mandi kain terok
Kepada anak kedua:
Rajo Mudo : Bang..bang..gugat..tung..tung nguek apo titin kan mandi
Anak II : Titik ku mandi keris perak
Rajo Mudo : Apo lukung kan mandi
Anak ke II : Kain tepuk Ramo-ramo
Dari jawaban tersebut, terjawablah sudah siapa anak kandungnya. Rajo mudo menyiapkan sebilah pedang dan sebuah mangkok putih lalu membujuk dua anak tersebut turun ke sungai untuk amndi Balimauan yang disebut lange. Lange tersebut dibuat dua tempat, tempat pertama dari tempurung kelapa dan anak tersebut menganbilnya. Anak kedua menyelam sambil mengambil tempurung kelapa. Saat itulah Rajo Mudo menghunuskan pedang ke anak yang mengambil tempurung kelapa berkainterok keris serutuk. Dari tubuh anak tersebut muncullah wajah Puti Bungsu tersenyum amnis padanya. Mereka bertigapun berpelukan di tepi sungai tersebut dan hidup bahagia selamanya. (viz)
Dibalik Kisah
Puti Bungsu adalah cerita rakyat dari Desa Lubuk negodang kecamatan Gunung kerinci. Cerita ini menggambarkan kisah seorang suami bepergiana ketika istri sedang hamil sehingga istri yang ditinggal di dampingi oleh Antu Terbit kapo (hantu).
Cerita ini dituturkan secara turun temurun oleh nenek moyang. Tujuannya untuk memberikan pelajaran bagi pasangan suami istri atau pantangan bagi suami untuk meninggalkan istri dalam keadaan hamil dalam waktu yang lama.
Oleh masyarakat cerita ini menjadi contoh untuk diteladai dan sekarang setiap anak yang baru lahir diadakan upacara turun mandi (membawa anak ke sungai).
Cerita ini biasanya disampaikan oleh orang tua kepada anak mereka selesai melepaskan lelah. Saat berkumpul bersama keluarga pada malam hari. (viz)
More about → Dongeng | Putri Bungsu dan Sejarah Turun Mandi
Disuatu masa, ada seorang gadis cantik, ayu dan sangat sederhana bernama Putri Bungsu. Dia juga terkenal dengan penampilan yang anggun, jujur, polos, dan lugu. Putri Bungsu hidup disatu dusun yang kecil, disana dia menjadi bunga desa yang sangat dikagumi oleh para pemuda desa.
Suatu hari, ada seorang putra Raja dari negri Sebrang sedang berburu. Putra Raja ini bernama Rajo Mudo. Setelah berkeliling bersama prajuritnya, Rajo Mudo memutuskan untuk beristirahat sejenak melepaskan lelah. Nah, pada saat itulah dia melihat Putri Bungsu dan langsung jatuh hati. Begitupula dengan Putri Bungsu, merekapun akhirnya saling terpikat dan dari hari kehari hubungan keduanya semakin erat.
Namun sayang, hubungan tersebut tidak berjalan dengan mulus. Raja Negri Sebrang yang mendengar berita inipun sangat berang mengetahui anaknya jatuh cinta dan menjalin hubungan dengan gadis desa yang sangat biasa dan sederhana.
Rajapun memberikan dua pilihan kepada Rajo Mudo. Pilihan pertama, Rajo Mudo akan diangkat sebagai raja dan dibangunkan istana yang megah, tapi Rajo muda harus meninggalkan putri Bungsu. Sedangkan pilihan kedua adalah Rajo Mudo akan dibuang dan dikeluarkan dari istana jika masih ingin menikah dengan Putri Bungsu. Namun Rajo mudo tetap memilih menikah dengan Putri Bungsu dan keluar dari lingkungan istana. Mendengar keputusan tersebut, hati Rajo Mudo sangat terpukul dan semua keluarga istanpun ikut sedih mendengar keputusan tersebut.
Rajo mudo berangkat meninggalkan istana dengan tenang dan penuh keyakinan dan bertekat untuk menikah dengan Putri Bungsu. Saat keluar dari istana, Rajo Mudo hanya berbekal sederhana. Akhirnya merekapun menikah dengan sangat sederhana pula. Waktu berjalan dan akhirnya Putri Bungsu hamil. Tetapi Rajo Mudo harus tetap mencari nafkah untuk menghidupkan keluarga mereka. Saat Rajo Mudo pergi mencari nafkah, Putri Bungsu melahirkan. Maka, Rajo Mudopun tidak bisa mendampingi Putri Bungsu saat melahirkan.
Perut Putri Bungsu merasa sangat sakit, tiba-tiba muncul wajah aneh dihadapannya, dengan pasrah putrid Bungsupun menerima pertolongan dari bayangan aneh tersebut. Meskipun bathinnya berkata kalau itu bukan manusia melainkan antu terbit kapo (hantu).
Atas pertolongan tersebut, akhirnya Putri Bungsu melahirkan dua orang anak. Antu terbit Kapo mengisap darah yang melumuri dua anak tersebut dan darah bekas tempat kelahirannya. Kemudian menghisap habis ari-arinya. Diluar rumah, Rajo Mudo telah kembali dan berteriak memanggil Putri Bungsu. Bersama itu pulalah Puti Bungsu dan Antu Kepo lenyap dari rumah tersebut.
Dari luar rumah Rajo Mudo menggendor-gedor pintu sambil memanggil Puti Bungsu. Namun, tidak ada jawaban. Hanya terdengar tangisan dua bayi yang semakin keras yang membuat hati Rajo Mudo tidak sabar untuk melihatnya.
Rajo Mudo akhirnya menemukan dua bayi kembar sedangkan istrinya hilang entah kemana. Akhirnya, dengan merasa sedih Rajo Mudo tetap membesarkan kedua anaknya. Pada saat kedua anak tersebut berumur lima tahun, Rajo Mudo merasa ragu akan keberadaan kedua anaknya tersebut. Dia merasa bahwa salah satu diantara keduanya bukanlah anaknya melainkan anak Hantu.
Rajo mudopun memastikan siapa anaknya dengan mengayunkan syair sebagai berikut :
Rajo Mudo : Bang…Bang…gagut…Tung…Tung nguek…Apo titikkan mandi…
Anak I : Titin ku amndi si rutuk
Rajo mudo : Apo lukungkan mandi
Anak I : Lukung ku mandi kain terok
Kepada anak kedua:
Rajo Mudo : Bang..bang..gugat..tung..tung nguek apo titin kan mandi
Anak II : Titik ku mandi keris perak
Rajo Mudo : Apo lukung kan mandi
Anak ke II : Kain tepuk Ramo-ramo
Dari jawaban tersebut, terjawablah sudah siapa anak kandungnya. Rajo mudo menyiapkan sebilah pedang dan sebuah mangkok putih lalu membujuk dua anak tersebut turun ke sungai untuk amndi Balimauan yang disebut lange. Lange tersebut dibuat dua tempat, tempat pertama dari tempurung kelapa dan anak tersebut menganbilnya. Anak kedua menyelam sambil mengambil tempurung kelapa. Saat itulah Rajo Mudo menghunuskan pedang ke anak yang mengambil tempurung kelapa berkainterok keris serutuk. Dari tubuh anak tersebut muncullah wajah Puti Bungsu tersenyum amnis padanya. Mereka bertigapun berpelukan di tepi sungai tersebut dan hidup bahagia selamanya. (viz)
Dibalik Kisah
Puti Bungsu adalah cerita rakyat dari Desa Lubuk negodang kecamatan Gunung kerinci. Cerita ini menggambarkan kisah seorang suami bepergiana ketika istri sedang hamil sehingga istri yang ditinggal di dampingi oleh Antu Terbit kapo (hantu).
Cerita ini dituturkan secara turun temurun oleh nenek moyang. Tujuannya untuk memberikan pelajaran bagi pasangan suami istri atau pantangan bagi suami untuk meninggalkan istri dalam keadaan hamil dalam waktu yang lama.
Oleh masyarakat cerita ini menjadi contoh untuk diteladai dan sekarang setiap anak yang baru lahir diadakan upacara turun mandi (membawa anak ke sungai).
Cerita ini biasanya disampaikan oleh orang tua kepada anak mereka selesai melepaskan lelah. Saat berkumpul bersama keluarga pada malam hari. (viz)
Label:
Cerita Rakyat
Lapangan Sungaipenuh
Diposting oleh Blog Anak Muda on Senin, 16 April 2007
More about → Lapangan Sungaipenuh
Label:
Objek Wisata Kerinci
Harimau Sumatra
Diposting oleh Blog Anak Muda
More about → Harimau Sumatra
Label:
Objek Wisata Kerinci
Orang Pendek Makhluk Misterius Kerinci Jambi
Diposting oleh Blog Anak Muda on Minggu, 01 April 2007
Jambi,
~ yang sampai sekarangorang - orang pada penasaran dengan kebenaran dengan makhluk tersebut. Karena makhluk yang cukup misterius yang ada di jambi. Tempat keberadaan sering orang terdahulu pernah melihatnya di Taman Nasional Kerinci Seblat.
Orang Pendek Misterius yang ada di kerinci sampai sekarang tidak ada seorangpun yang tahu, sebenarnya makhluk jenis apakah yang sering disebut sebagai orang pendek itu. Tidak pernah ada laporan yang mengabarkan bahwa seseorang pernah menangkap atau bahkan menemukan jasad makhluk ini, namun hal itu berbanding terbalik dengan banyaknya laporan dari beberapa orang yang mengatakan pernah melihat makhluk tersebut.
Mulanya banyak peneliti yang menduga bahwa makhluk ini sesungguhnya adalah seekor kera atau siamang. Namun deskripsi para saksi mengenai perilaku dan cara berjalannya tidak sesuai dengan perilaku kera atau siamang. Lagipula, jejak-jejak kaki yang ditemukan menunjukkan bahwa makhluk ini tidak tergolong kedalam primata yang sudah dikenal.
Sejauh ini, para saksi yang mengaku pernah melihat Orang Pendek menggambarkan tubuh fisiknya sebagai makhluk yang berjalan tegap berjalan dengan dua kaki tinggi sekitar satu meter diantara 65 cm hingga 120 cm dan memiliki banyak bulu diseluruh badan. Bahkan tak sedikit pula yang menggambarkannya dengan membawa berbagai macam peralatan berburu, seperti semacam tombak. Keberadaan Orang Pendek sudah terlalu lama terdengar sejak berabad-abad lalu, sehingga hal itu menjadikannya sebagai salah satu legenda masyarakat kerinci jambi bahkan masyarakat di Sumatera
Legenda Orang pendek mulai terdengar sejak awal abad 20. Pada tanggal 21 Agustus 1915, Edward Jacobson menemukan sekumpulan jejak misterius di tepi danau Bento, di tenggara Gunung Kerinci, Propinsi Jambi. Pemandunya yang bernama Mat Getoep mengatakan bahwa jejak sepanjang 5 inci tersebut adalah milik Orang Pendek. Dan juga penelitian seorang penulis Inggris tahun 1989 Deborah Martyr menemukan jejak-jejak Orang Pendek di barat daya Sumatera. Jejak-jejak tersebut setara dengan jejak anak kecil.
Setelah 5 tahun meneliti, Martyr akhirnya melihat sendiri Orang Pendek di wilayah Gunung Kerinci pada 30 September 1994. Makhluk itu terlihat sedang berjalan dengan tenang dengan dua kakinya. Setelah jarak beberapa puluh meter, makhluk itu berhenti sebentar, menoleh ke Martyr, lalu menghilang ke dalam hutan. Sejak penampakan itu, Martyr masih menjumpai makhluk itu dua kali.
Legenda Mengenai Orang Pendek sudah secara turun temurun dikisahkan di dalam kebudayaan masyarakat Suku Anak Dalam. Mungkin bisa dibilang, Suku anak dalam sudah terlalu lama berbagi tempat dengan para Orang Pendek di kawasan tersebut.Walaupun demikian, jalinan sosial diantara mereka tidak pernah ada.
Sejak dahulu suku anak dalam bahkan tidak pernah menjalin kontak langsung dengan makhluk-makhluk ini, mereka memang sering terlihat, namun tak pernah sekalipun warga dari suku anak dalam dapat mendekatinya. Ada suatu kisah mengenai keputusasaan para suku anak dalam yang mencoba mencari tahu identitas dari makhluk-makhluk ini, mereka hendak menangkapnya namun selalu gagal. Pencarian lokasi dimana mereka membangun komunitas mereka di kawasan Taman Nasioanal juga pernah dilakukan, namun juga tidak pernah ditemukan. Benar – benar menjadi sebuah teka - teki.
Penduduk lokal percaya bahwa Orang Pendek adalah makhluk yang ramah, yang hanya menyerang hewan-hewan kecil untuk makanan. Karena itu mereka menerima keberadaan makhluk misterius itu.
Label:
Cerita Rakyat,
Sejarah Kerinci


