Dongeng | Putri Bungsu dan Sejarah Turun Mandi

Diposkan oleh Blog Anak Muda on Kamis, 18 Oktober 2007

Negri kita penuh dengan cerita menarik dan penuh pelajaran. Salah satunya adalah kisah tentang Putri Bungsu. Yuk kita simak bagaimana serunya cerita ini.

Disuatu masa, ada seorang gadis cantik, ayu dan sangat sederhana bernama Putri Bungsu. Dia juga terkenal dengan penampilan yang anggun, jujur, polos, dan lugu. Putri Bungsu hidup disatu dusun yang kecil, disana dia menjadi bunga desa yang sangat dikagumi oleh para pemuda desa.

Suatu hari, ada seorang putra Raja dari negri Sebrang sedang berburu. Putra Raja ini bernama Rajo Mudo. Setelah berkeliling bersama prajuritnya, Rajo Mudo memutuskan untuk beristirahat sejenak melepaskan lelah. Nah, pada saat itulah dia melihat Putri Bungsu dan langsung jatuh hati. Begitupula dengan Putri Bungsu, merekapun akhirnya saling terpikat dan dari hari kehari hubungan keduanya semakin erat.

Namun sayang, hubungan tersebut tidak berjalan dengan mulus. Raja Negri Sebrang yang mendengar berita inipun sangat berang mengetahui anaknya jatuh cinta dan menjalin hubungan dengan gadis desa yang sangat biasa dan sederhana.

Rajapun memberikan dua pilihan kepada Rajo Mudo. Pilihan pertama, Rajo Mudo akan diangkat sebagai raja dan dibangunkan istana yang megah, tapi Rajo muda harus meninggalkan putri Bungsu. Sedangkan pilihan kedua adalah Rajo Mudo akan dibuang dan dikeluarkan dari istana jika masih ingin menikah dengan Putri Bungsu. Namun Rajo mudo tetap memilih menikah dengan Putri Bungsu dan keluar dari lingkungan istana. Mendengar keputusan tersebut, hati Rajo Mudo sangat terpukul dan semua keluarga istanpun ikut sedih mendengar keputusan tersebut.

Rajo mudo berangkat meninggalkan istana dengan tenang dan penuh keyakinan dan bertekat untuk menikah dengan Putri Bungsu. Saat keluar dari istana, Rajo Mudo hanya berbekal sederhana. Akhirnya merekapun menikah dengan sangat sederhana pula. Waktu berjalan dan akhirnya Putri Bungsu hamil. Tetapi Rajo Mudo harus tetap mencari nafkah untuk menghidupkan keluarga mereka. Saat Rajo Mudo pergi mencari nafkah, Putri Bungsu melahirkan. Maka, Rajo Mudopun tidak bisa mendampingi Putri Bungsu saat melahirkan.

Perut Putri Bungsu merasa sangat sakit, tiba-tiba muncul wajah aneh dihadapannya, dengan pasrah putrid Bungsupun menerima pertolongan dari bayangan aneh tersebut. Meskipun bathinnya berkata kalau itu bukan manusia melainkan antu terbit kapo (hantu).

Atas pertolongan tersebut, akhirnya Putri Bungsu melahirkan dua orang anak. Antu terbit Kapo mengisap darah yang melumuri dua anak tersebut dan darah bekas tempat kelahirannya. Kemudian menghisap habis ari-arinya. Diluar rumah, Rajo Mudo telah kembali dan berteriak memanggil Putri Bungsu. Bersama itu pulalah Puti Bungsu dan Antu Kepo lenyap dari rumah tersebut.

Dari luar rumah Rajo Mudo menggendor-gedor pintu sambil memanggil Puti Bungsu. Namun, tidak ada jawaban. Hanya terdengar tangisan dua bayi yang semakin keras yang membuat hati Rajo Mudo tidak sabar untuk melihatnya.

Rajo Mudo akhirnya menemukan dua bayi kembar sedangkan istrinya hilang entah kemana. Akhirnya, dengan merasa sedih Rajo Mudo tetap membesarkan kedua anaknya. Pada saat kedua anak tersebut berumur lima tahun, Rajo Mudo merasa ragu akan keberadaan kedua anaknya tersebut. Dia merasa bahwa salah satu diantara keduanya bukanlah anaknya melainkan anak Hantu.

Rajo mudopun memastikan siapa anaknya dengan mengayunkan syair sebagai berikut :

Rajo Mudo : Bang…Bang…gagut…Tung…Tung nguek…Apo titikkan mandi…

Anak I : Titin ku amndi si rutuk

Rajo mudo : Apo lukungkan mandi

Anak I : Lukung ku mandi kain terok

Kepada anak kedua:

Rajo Mudo : Bang..bang..gugat..tung..tung nguek apo titin kan mandi

Anak II : Titik ku mandi keris perak

Rajo Mudo : Apo lukung kan mandi

Anak ke II : Kain tepuk Ramo-ramo

Dari jawaban tersebut, terjawablah sudah siapa anak kandungnya. Rajo mudo menyiapkan sebilah pedang dan sebuah mangkok putih lalu membujuk dua anak tersebut turun ke sungai untuk amndi Balimauan yang disebut lange. Lange tersebut dibuat dua tempat, tempat pertama dari tempurung kelapa dan anak tersebut menganbilnya. Anak kedua menyelam sambil mengambil tempurung kelapa. Saat itulah Rajo Mudo menghunuskan pedang ke anak yang mengambil tempurung kelapa berkainterok keris serutuk. Dari tubuh anak tersebut muncullah wajah Puti Bungsu tersenyum amnis padanya. Mereka bertigapun berpelukan di tepi sungai tersebut dan hidup bahagia selamanya. (viz)

Dibalik Kisah

Puti Bungsu adalah cerita rakyat dari Desa Lubuk negodang kecamatan Gunung kerinci. Cerita ini menggambarkan kisah seorang suami bepergiana ketika istri sedang hamil sehingga istri yang ditinggal di dampingi oleh Antu Terbit kapo (hantu).

Cerita ini dituturkan secara turun temurun oleh nenek moyang. Tujuannya untuk memberikan pelajaran bagi pasangan suami istri atau pantangan bagi suami untuk meninggalkan istri dalam keadaan hamil dalam waktu yang lama.

Oleh masyarakat cerita ini menjadi contoh untuk diteladai dan sekarang setiap anak yang baru lahir diadakan upacara turun mandi (membawa anak ke sungai).

Cerita ini biasanya disampaikan oleh orang tua kepada anak mereka selesai melepaskan lelah. Saat berkumpul bersama keluarga pada malam hari. (viz)

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar