RENAH PEMETIK

Diposting oleh Blog Anak Muda on Rabu, 16 April 2008

Sungai Kuning, Kerinci, Indonesia

More aboutRENAH PEMETIK

Dancing at Danau Kerinci

Diposting oleh Blog Anak Muda

Paitek yang bagak !!!
More aboutDancing at Danau Kerinci

Gunung Kerinci

Diposting oleh Blog Anak Muda



Gunung Kerinci

Lokasi


Sumatra, Indonesia
Pegunungan Bukit Barisan
Koordinat 1°41′48″S 101°15′56″EKoordinat: 1°41′48″S 101°15′56″E
Geologi
Jenis Stratovolcano
Busur/sabuk vulkanik Cincin Api Pasifik
Letusan terakhir 2009
Pendakian
Pertama didaki 1877 oleh von Hasselt and Veth
Rute termudah Kersik Tuo

steam exiting Kerinci's huge crater; Danau Gunung Tujuh (Seven Mountains Lake) can be seen in the background at the right....
More aboutGunung Kerinci

Budaya Kerinci

Diposting oleh Blog Anak Muda on Jumat, 28 Maret 2008

Budaya Kerinci











Get Free Shots from Snap.com








Budaya Kerinci sangat khas. Tari-tariannya adat merupakan campuran Minang dan Kerinci serta Melayu. Misalnya, Tari Joged Sitinjau Laut. Lagu-lagu Kerinci juga terkenal unik. Pakaian adatnya juga sangat indah. Rumah suku Kerinci disebut "Larik" karena terdiri dari beberapa deretan rumah petak yang bersambung-sambung. Di Jambi, Kerinci adalah satu-satunya wilayah yang menganut adat matrilineal.


More aboutBudaya Kerinci

Rahasia Senyum Muhammad Saw

Diposting oleh Blog Anak Muda on Rabu, 23 Januari 2008

Rahasia Senyum Muhammad Saw



Ketika Anda membuka lembaran sirah kehidupan Muhammad saw., Anda tidak akan pernah berhenti kagum melihat kemuliaan dan kebesaran pribadi beliau saw. Sisi kebesaran itu terlihat dari sikap seimbang dan selaras dalam setiap perilakunya, sikap beliau dalam menggunakan segala sarana untuk meluluhkan kalbu setiap orang dalam setiap kesempatan.



Sarana paling besar yang dilakukan Muhammad saw. dalam dakwah dan perilaku beliau adalah, gerakan yang tidak membutuhkan biaya besar, tidak membutuhkan energi berlimpah, meluncur dari bibir untuk selanjutnya masuk ke relung kalbu yang sangat dalam.


Jangan Anda tanyakan efektifitasnya dalam mempengaruhi akal pikiran, menghilangkan kesedihan, membersihkan jiwa, menghancurkan tembok pengalang di antara anak manusia!. Itulah ketulusan yang mengalir dari dua bibir yang bersih, itulah senyuman!



Itulah senyuman yang direkam Al Qur’an tentang kisah Nabi Sulaiman as, ketika Ia berkata kepada seekor semut,


“Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; Dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. An Naml:19


Senyuman itulah yang senantiasa keluar dari bibir mulia Muhammad saw., dalam setiap perilakunya. Beliau tersenyum ketika bertemu dengan sahabatnya. Saat beliau menahan amarah atau ketika beliau berada di majelis peradilan sekalipun.


Diriwayatkan dari Jabir dalam sahih Bukhari dan Muslim, berkata, “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah saw tidak pernah menghindar dariku. Dan beliau tidak melihatku kecuali beliau pasti tersenyum kepadaku.”



Suatu ketika Muhammad saw. didatangi seorang Arab Badui, dengan serta merta ia berlaku kasar dengan menarik selendang Muhammad saw., sehingga leher beliau membekas merah. Orang Badui itu bersuara keras, “Wahai Muhammad, perintahkan sahabatmu memberikan harta dari Baitul Maal! Muhammad saw. menoleh kepadanya seraya tersenyum. Kemudian beliau menyuruh sahabatnya memberi harta dari baitul maal kepadanya.”


Ketika beliau memberi hukuman keras terhadap orang-orang yang terlambat dan tidak ikut serta dalam perang Tabuk, beliau masih tersenyum mendengarkan alasan mereka.
Ka’ab ra. berkata setelah mengungkapkan alasan orang-orang munafik dan sumpah palsu mereka:


“Saya mendatangi Muhammad saw., ketika saya mengucapkan salam kepadanya, beliau tersenyum, senyuman orang yang marah. Kemudian beliau berkata, “Kemari. Maka saya mendekati beliau dan duduk di depan beliau.”


Suatu ketika Muhammad saw. melintasi masjid yang di dalamnya ada beberapa sahabat yang sedang membicarakan masalah-masalah jahiliyah terdahulu, beliau lewat dan tersenyum kepada mereka.



Beliau tersenyum dari bibir yang lembut, mulia nan suci, sampai akhir detik-detik hayat beliau.
Anas bin Malik berkata diriwayatkan dalam sahih Bukhari dan Muslim, “Ketika kaum muslimin berada dalam shalat fajar, di hari Senin, sedangkan Abu Bakar menjadi imam mereka, ketika itu mereka dikejutkan oleh Muhammad saw. yang membuka hijab kamar Aisyah. Beliau melihat kaum muslimin sedang dalam shaf shalat, kemudian beliau tersenyum kepada mereka!”


Sehingga tidak mengherankan beliau mampu meluluhkan kalbu sahabat-shabatnya, istri-istrinya dan setiap orang yang berjumpa dengannya!


Menyentuh Hati


Muhammad saw. telah meluluhkan hati siapa saja dengan senyuman. Beliau mampu “menyihir” hati dengan senyuman. Beliau menumbuhkan harapan dengan senyuman. Beliau mampu menghilangkan sikap keras hati dengan senyuman. Dan beliau saw. mensunnahkan dan memerintahkan umatnya agar menghiasi diri dengan akhlak mulia ini. Bahkan beliau menjadikan senyuman sebagai lahan berlomba dalam kebaikan. Rasulullah saw. bersabda,
“Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” At Tirmidzi dalam sahihnya.


Meskipun sudah sangat jelas dan gamblang petunjuk Nabi dan praktek beliau langsung ini, namun Anda masih banyak melihat sebagaian manusia masih berlaku keras terhadap anggota keluarganya, tehadap rumah tangganya dengan tidak menebar senyuman dari bibirnya dan dari ketulusan hatinya.


Anda merasakan bahwa sebagian manusia -karena bersikap cemberut dan muka masam- mengira bahwa giginya bagian dari aurat yang harus ditutupi! Di mana mereka di depan petunjuk Nabi yang agung ini! Sungguh jauh mereka dari contoh Nabi muhammad saw.!


Ya, kadang Anda melewati jam-jam Anda dengan dirundung duka, atau disibukkan beragam pekerjaan, akan tetapi Anda selalu bermuka masam, cemberut dan menahan senyuman yang merupakan sedekah, maka demi Allah, ini adalah perilaku keras hati, yang semestinya tidak terjadi. Wal iyadzubillah.


Pengaruh Senyum



Sebagian manusia ketika berbicara tentang senyuman, mengaitkan dengan pengaruh psikologis terhadap orang yang tersenyum. Mengkaitkannya boleh-boleh saja, yang oleh kebanyakan orang boleh jadi sepakat akan hal itu. Namun, seorang muslim memandang hal ini dengan kaca mata lain, yaitu kaca mata ibadah, bahwa tersenyum adalah bagian dari mencontoh Nabi saw. yang disunnahkan dan bernilai ibadah.


Para pakar dari kalangan muslim maupun non muslim melihat seuntai senyuman sangat besar pengaruhnya.


Dale Carnegie dalam bukunya yang terkenal, “Bagaimana Anda Mendapatkan Teman dan Mempengaruhi Manusia” menceritakan:


“Wajah merupakan cermin yang tepat bagi perasaan hati seseorang. Wajah yang ceria, penuh senyuman alami, senyum tulus adalah sebaik-baik sarana memperoleh teman dan kerja sama dengan pihak lain. Senyum lebih berharga dibanding sebuah pemberian yang dihadiahkan seorang pria. Dan lebih menarik dari lipstik dan bedak yang menempel di wajah seorang wanita. Senyum bukti cinta tulus dan persahabatan yang murni.”


Ia melanjutkan, “Saya minta setiap mahasiswa saya untuk tersenyum kepada orang tertentu sekali setiap pekannya. Salah seorang mahasiswa datang bertemu dengan pedagang, ia berkata kepadanya, “Saya pilih tersenyum kepada istriku, ia tidak tau sama sekali perihal ini. Hasilnya adalah saya menemukan kebahagiaan baru yang sebelumnya tidak saya rasakan sepanjang akhir tahun-tahun ini. Yang demikian menjadikan saya senang tersenyum setiap kali bertemu dengan orang. Setiap orang membalas penghormatan kepada saya dan bersegera melaksanakan khidmat -pelayanan- kepada saya. Karena itu saya merasakan hidup lebih ceria dan lebih mudah.”


Kegembiraan meluap ketika Carnegie menambahkan, “Ingatlah, bahwa senyum tidak membutuhkan biaya sedikitpun, bahkan membawa dampak yang luar biasa. Tidak akan menjadi miskin orang yang memberinya, justeru akan menambah kaya bagi orang yang mendapatkannya. Senyum juga tidak memerlukan waktu yang bertele-tele, namun membekas kekal dalam ingatan sampai akhir hayat. Tidak ada seorang fakir yang tidak memilikinya, dan tidak ada seorang kaya pun yang tidak membutuhkannya.”


Betapa kita sangat membutuhkan sosialisasi dan penyadaran petunjuk Nabi yang mulia ini kepada umat. Dengan niat taqarrub ilallah -pendekatan diri kepada Allah swt.- lewat senyuman, dimulai dari diri kita, rumah kita, bersama istri-istri kita, anak-anak kita, teman sekantor kita. Dan kita tidak pernah merasa rugi sedikit pun! Bahkan kita akan rugi, rugi dunia dan agama, ketika kita menahan senyuman, menahan sedekah ini, dengan selalu bermuka masam dan cemberut dalam kehidupan.


Pengalaman membuktikan bahwa dampak positif dan efektif dari senyuman, yaitu senyuman menjadi pendahuluan ketika hendak meluruskan orang yang keliru, dan menjadi muqaddimah ketika mengingkari yang munkar.


Orang yang selalu cemberut tidak menyengsarakan kecuali dirinya sendiri. Bermuka masam berarti mengharamkan menikmati dunia ini. Dan bagi siapa saja yang mau menebar senyum, selamanya ia akan senang dan gembira. Allahu a’lam
More aboutRahasia Senyum Muhammad Saw

Dongeng | Putri Bungsu dan Sejarah Turun Mandi

Diposting oleh Blog Anak Muda on Kamis, 18 Oktober 2007

Negri kita penuh dengan cerita menarik dan penuh pelajaran. Salah satunya adalah kisah tentang Putri Bungsu. Yuk kita simak bagaimana serunya cerita ini.

Disuatu masa, ada seorang gadis cantik, ayu dan sangat sederhana bernama Putri Bungsu. Dia juga terkenal dengan penampilan yang anggun, jujur, polos, dan lugu. Putri Bungsu hidup disatu dusun yang kecil, disana dia menjadi bunga desa yang sangat dikagumi oleh para pemuda desa.

Suatu hari, ada seorang putra Raja dari negri Sebrang sedang berburu. Putra Raja ini bernama Rajo Mudo. Setelah berkeliling bersama prajuritnya, Rajo Mudo memutuskan untuk beristirahat sejenak melepaskan lelah. Nah, pada saat itulah dia melihat Putri Bungsu dan langsung jatuh hati. Begitupula dengan Putri Bungsu, merekapun akhirnya saling terpikat dan dari hari kehari hubungan keduanya semakin erat.

Namun sayang, hubungan tersebut tidak berjalan dengan mulus. Raja Negri Sebrang yang mendengar berita inipun sangat berang mengetahui anaknya jatuh cinta dan menjalin hubungan dengan gadis desa yang sangat biasa dan sederhana.

Rajapun memberikan dua pilihan kepada Rajo Mudo. Pilihan pertama, Rajo Mudo akan diangkat sebagai raja dan dibangunkan istana yang megah, tapi Rajo muda harus meninggalkan putri Bungsu. Sedangkan pilihan kedua adalah Rajo Mudo akan dibuang dan dikeluarkan dari istana jika masih ingin menikah dengan Putri Bungsu. Namun Rajo mudo tetap memilih menikah dengan Putri Bungsu dan keluar dari lingkungan istana. Mendengar keputusan tersebut, hati Rajo Mudo sangat terpukul dan semua keluarga istanpun ikut sedih mendengar keputusan tersebut.

Rajo mudo berangkat meninggalkan istana dengan tenang dan penuh keyakinan dan bertekat untuk menikah dengan Putri Bungsu. Saat keluar dari istana, Rajo Mudo hanya berbekal sederhana. Akhirnya merekapun menikah dengan sangat sederhana pula. Waktu berjalan dan akhirnya Putri Bungsu hamil. Tetapi Rajo Mudo harus tetap mencari nafkah untuk menghidupkan keluarga mereka. Saat Rajo Mudo pergi mencari nafkah, Putri Bungsu melahirkan. Maka, Rajo Mudopun tidak bisa mendampingi Putri Bungsu saat melahirkan.

Perut Putri Bungsu merasa sangat sakit, tiba-tiba muncul wajah aneh dihadapannya, dengan pasrah putrid Bungsupun menerima pertolongan dari bayangan aneh tersebut. Meskipun bathinnya berkata kalau itu bukan manusia melainkan antu terbit kapo (hantu).

Atas pertolongan tersebut, akhirnya Putri Bungsu melahirkan dua orang anak. Antu terbit Kapo mengisap darah yang melumuri dua anak tersebut dan darah bekas tempat kelahirannya. Kemudian menghisap habis ari-arinya. Diluar rumah, Rajo Mudo telah kembali dan berteriak memanggil Putri Bungsu. Bersama itu pulalah Puti Bungsu dan Antu Kepo lenyap dari rumah tersebut.

Dari luar rumah Rajo Mudo menggendor-gedor pintu sambil memanggil Puti Bungsu. Namun, tidak ada jawaban. Hanya terdengar tangisan dua bayi yang semakin keras yang membuat hati Rajo Mudo tidak sabar untuk melihatnya.

Rajo Mudo akhirnya menemukan dua bayi kembar sedangkan istrinya hilang entah kemana. Akhirnya, dengan merasa sedih Rajo Mudo tetap membesarkan kedua anaknya. Pada saat kedua anak tersebut berumur lima tahun, Rajo Mudo merasa ragu akan keberadaan kedua anaknya tersebut. Dia merasa bahwa salah satu diantara keduanya bukanlah anaknya melainkan anak Hantu.

Rajo mudopun memastikan siapa anaknya dengan mengayunkan syair sebagai berikut :

Rajo Mudo : Bang…Bang…gagut…Tung…Tung nguek…Apo titikkan mandi…

Anak I : Titin ku amndi si rutuk

Rajo mudo : Apo lukungkan mandi

Anak I : Lukung ku mandi kain terok

Kepada anak kedua:

Rajo Mudo : Bang..bang..gugat..tung..tung nguek apo titin kan mandi

Anak II : Titik ku mandi keris perak

Rajo Mudo : Apo lukung kan mandi

Anak ke II : Kain tepuk Ramo-ramo

Dari jawaban tersebut, terjawablah sudah siapa anak kandungnya. Rajo mudo menyiapkan sebilah pedang dan sebuah mangkok putih lalu membujuk dua anak tersebut turun ke sungai untuk amndi Balimauan yang disebut lange. Lange tersebut dibuat dua tempat, tempat pertama dari tempurung kelapa dan anak tersebut menganbilnya. Anak kedua menyelam sambil mengambil tempurung kelapa. Saat itulah Rajo Mudo menghunuskan pedang ke anak yang mengambil tempurung kelapa berkainterok keris serutuk. Dari tubuh anak tersebut muncullah wajah Puti Bungsu tersenyum amnis padanya. Mereka bertigapun berpelukan di tepi sungai tersebut dan hidup bahagia selamanya. (viz)

Dibalik Kisah

Puti Bungsu adalah cerita rakyat dari Desa Lubuk negodang kecamatan Gunung kerinci. Cerita ini menggambarkan kisah seorang suami bepergiana ketika istri sedang hamil sehingga istri yang ditinggal di dampingi oleh Antu Terbit kapo (hantu).

Cerita ini dituturkan secara turun temurun oleh nenek moyang. Tujuannya untuk memberikan pelajaran bagi pasangan suami istri atau pantangan bagi suami untuk meninggalkan istri dalam keadaan hamil dalam waktu yang lama.

Oleh masyarakat cerita ini menjadi contoh untuk diteladai dan sekarang setiap anak yang baru lahir diadakan upacara turun mandi (membawa anak ke sungai).

Cerita ini biasanya disampaikan oleh orang tua kepada anak mereka selesai melepaskan lelah. Saat berkumpul bersama keluarga pada malam hari. (viz)
More aboutDongeng | Putri Bungsu dan Sejarah Turun Mandi