Home » All posts
Diposting oleh
Blog Anak Muda on Jumat, 05 November 2010
New York - Terlibat dalam seks oral menjadi pintu gerbang bagi remaja AS menuju hubungan seksual sesungguhnya. Risiko penyakit menular seksual dan kehamilan pun menjadi meningkat.
Penelitian baru di California menemukan fakta bahwa 9% siswa SMA telah mulai berhubungan seks oral sejak akhir kelas sembilan hingga akhir kelas 11.
Seks oral merupakan aktivitas seksual paling umum di kalangan remaja AS. Satu dari lima mahasiswa sekolah tinggi dan lebih dari separuh remaja berusia 15-19 melaporkan bahwa mereka sudah mencobanya.
"Banyak program pendidikan seksual bertujuan mencegah hubungan seksual atau praktik seks aman bagi remaja, namun mengabaikan peran seks oral dalam perilaku seksual remaja," kata peneliti senior Dr Bonnie L. Halpern-Felsher dari University of California, San Francisco, kepada Reuters.
"Dalam publikasi terakhir, kami menunjukkan bahwa remaja merasa bahwa seks oral lebih diterima dan lebih umum dibandingkan dengan hubungan seks," katanya. "Dan bahwa remaja percaya bahwa seks oral membawa lebih sedikit risiko konsekuensi kesehatan - infeksi seksual menular, HIV dan kehamilan - serta konsekuensi sosial dan emosional daripada hubungan seks vaginal."
Sebagian remaja mungkin benar bahwa seks oral agak lebih aman daripada hubungan seksual, namun bukan berarti hal itu tanpa risiko, catat peneliti. "Tindakan itu bisa membawa konsekuensi tidak langsung juga, terutama jika remaja mengarah untuk berpartisipasi dalam tindakan berisiko lebih, seperti seks vaginal."
Halpern-Felsher dan Dr Anna Song V dari University of California melakukan penelitian lebih dari 600 siswa dari dua sekolah menengah di California Utara, pada 2002-2005. Penelitian itu untuk lebih memahami peran seks oral dalam perkembangan perilaku seksual remaja.
Para remaja mengisi kuesioner setiap enam bulan, sejak awal kelas sembilan hingga akhir kelas 11. Lebih dari 90% siswa kelas sembilan mengatakan bahwa mereka belum mencoba seks vaginal, sedangkan 40% dari siswa kelas 11 melaporkan hal yang sama.
Selama penelitian, remaja melaporkan pertama kali melakukan hubungan seks di dalam atau setelah periode enam bulan yang sama seperti pengalaman pertama seks oral mereka. Mereka lebih mencoba seks oral sebelum mencoba hubungan seksual, bukan sebaliknya.
Selanjutnya, para peneliti menemukan fakta bahwa memulai seks oral di kelas sembilan atau 10 sangat meningkatkan kemungkinan seorang remaja akan melakukan hubungan seks vaginal pada akhir kelas 11.
Sebaliknya, anak-anak yang memulai aktivitas seksual sebelum kelas sembilan atau setelah kelas 10, memiliki kesempatan jauh lebih rendah menuju hubungan seksual pada akhir sekolah menengah. Remaja yang abstain dari seks oral, memiliki peluang 80% melalui kelas 11 dengan menghindari seks vaginal.
"Tidak ada perbedaan dalam perkembangan perilaku seksual antara anak laki-laki dan perempuan, atau di antara remaja Hispanik, Asia, dan kulit putih," lapor para peneliti dalam Archives of Pediatric and Adolescent Medicine.
Halpern-Felsher dan Song mencatat bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memperjelas hubungan antara seks oral dan vagina di kalangan remaja. Sebagai contoh, mungkin akan ada inisiasi dini seks oral sebagai gerbang memiliki hubungan seksual bagi beberapa individu, sementara yang lain dapat berperilaku menunda seks vaginal.
"Temuan ini menyoroti kebutuhan bagi penyedia kesehatan, pendidik kesehatan, dan orang tua untuk memasukkan diskusi seks oral dalam kurikulum pendidikan seksual yang komprehensif," kata Halpern-Felsher.
"Kami tak membahas mengenai risiko yang berkaitan dengan seks oral. Remaja berpikir seks oral tidak terlalu berisiko. Padahal, itu tidak bebas risiko sama sekali," tambah Felsher.
More about → Remaja AS Doyan Seks Oral
Diposting oleh
Blog Anak Muda
Jakarta - Terinspirasi melihat anak-anak yang disunat, kumpulan cerpen Panggilan Rasul ditulis dengan gaya penulisan Hamsad yang khas: realistis, deskriptif, dan kaya detail, akan membawa pembaca masuk pusaran kisah-kisah yang apik, menarik, sekaligus menggelitik.
Hamsad Rangkuti adalah sastrawan Indonesia yang dikenal luas melalui cerpen. Cerpen-cerpennya dimuat dalam berbagai harian dan majalah terbitan dalam dan luar negeri. Beberapa cerpennya bahkan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Jerman.
Judul Buku: Panggilan Rasul
ISBN: 9789799102720
Penulis: Hamsad Rangkuti
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
Terbit: September 2010 [mor]
More about → Panggilan Rasul
Diposting oleh
Blog Anak Muda
BERN - Fenomena aneh dan langka berhasil direkam oleh Google Street View. Layanan pencitraan digital tersebut menangkap gambar yang diklaim sebagai penampakan Tuhan.

Gambar yang berbentuk bayang-bayang tersebut nampak menggantung di udara, tepat di sebuah danau di Quarten, Swiss. Pertama kali gambar 'Tuhan' ini dipublikasikan oleh blog bertajuk Gawker. Demikian yang dilansir Sydney Morning Herald, Kamis (21/10/2010).
Meskipun gambar yang ditemukan oleh blog Gawker diklaim sebagai Tuhan, namun banyak juga yang meyakini kalau gambar tersebut adalah hasil dari beberapa jenis distorsi cahaya atau flare lensa.
"Apakah bayangan itu seperti sesuatu pada lensa kamera atau memang ada penampakan Tuhan? Bisa jadi Tuhan itu merupakan sejenis kosmik metafisik," tulis sang empunya blog.
Tidak hanya sekali ini saja, Google Street View sempat menangkap banyak gambar aneh selama beberapa tahun terakhir. Sebagian besar telah melibatkan orang-orang yang nyata melakukan sesuatu yang tidak biasa, seperti tidur di selokan, penampakan Yesus, UFO berbentuk tang besar. Yang paling mengejutkan ini adalah penemuan terbaru dari mayat yang ditangkap oleh kamera Street View di Brasil.
Pada tahun 2006 spotters Google Earth melaporkan adanya penemuan mobil terbang di Perth dan tidak lama setelah itu, sebuah lanskap buatan manusia yang tidak biasa di daerah terpencil China ditemukan. Google sendiri menolak mengomentari penampakan Tuhan di danau Swiss itu.
More about → Penampakan Tuhan Terekam Google Street
Diposting oleh
Blog Anak Muda
JAKARTA - Sule kini menuai sukses. Pelawak yang kini menjadi penyanyi profesional itu mulai sibuk setiap hari. Kabarnya, Suleh meraup pendapatan Rp3 miliar dalam sebulan.
Artis dengan nama asli Entis Sutisna itu kini sudah menjadi artis beken di Indonesia. Awal kariernya dimulai dari acara pencari bakat API yang ditayangkan TPI (kini MNC TV). Setelah berhasil jadi juara satu dengan kelompoknya, SOS, Sule digandeng Trans 7 untuk mengisi acara Opera Van Java. Dari situ, bintang kariernya kian bersinar terang.
Sule juga tampil di tayangan sitkom Global TV yang berjudul Awas Ada Sule, yang semakin melambungkan namanya. Itu baru acara onair. Sule juga menjalani segudang acara offair lain.
Selain jago melawak, Sule saat masih di bangku sekolah memang dikenal jago menyanyi. Tak heran, pria asal Bandung ini serius membuat album 'Prikitiw' dengan lagu andalan Susis (Suami Sieun Istri). Lagu yang mencuri perhatian masyarakat itu resmi dirilis, 27 Oktober 2010.
Bicara soal jiwa seni yang dimilikinya, Sule mengatakan, "Kalau jiwa seni dari turunan sih ada. Kalau tanjakan enggak mungkin kan, hahaha. Turunan dari bapak saya. Dia selera humornya tinggi, enggak pernah tuh bapak saya enggak bercanda. Kalau jiwa seni dari nyanyi mungkin dari uwa saya. Dia sinden wayang golek. Kakek saya guru pencak silat, juga pemain barongsai".
Mantan pedagang jagung bakar ini digosipkan menerima bayaran hingga Rp3 miliar setiap bulan. Benarkah?
"Bayaran saya enggak seperti yang dibayangkan orang. Enggak sampai, 'Oh sule mahal. Sule sampai dapat tiga miliar'. Enggak lah," tegasnya.
More about → Sule Sebulan Raup Rp3 Miliar?
Diposting oleh
Blog Anak Muda on Selasa, 02 November 2010
London - Waspadalah. Alkohol ternyata lebih berbahaya daripada obat-obatan ilegal seperti heroin dan kokain.
Dalam studi terbaru, ahli Inggris mengevaluasi zat termasuk alkohol, kokain, ekstasi, heroin, dan ganja. Peringkat zat-zat itu berdasarkan seberapa destruktif mereka kepada individu yang menggunakannnya, dan untuk masyarakat secara keseluruhan.
Peneliti menganalisis bagaimana adiktif obat itu dan bagaimana obat itu merugikan tubuh manusia, di samping kriteria lain seperti kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh obat, peranannya dalam keluarga yang terputus, dan biaya ekonomi yang muncul seperti perawatan kesehatan, pelayanan sosial, dan penjara.
Heroin, kokain, dan methamphetamine, atau chrystal meth, adalah yang paling mematikan bagi individu. Ketika mempertimbangkan dampak sosial yang lebih luas, alkohol, heroin dan kokain adalah mematikan. Secara keseluruhan, alkohol lebih tinggi peringkatnya dibandingkan semua bahan lainnya, diikuti dengan heroin dan kokain. Ganja dan ekstasi ternyata jauh lebih rendah.
Penelitian ini dibiayai oleh Britain's Centre for Crime and Justice Studies dan dipublikasikan secara online di jurnal kedokteran Lancet.
Para ahli mengatakan, skor alkohol begitu tinggi karena begitu banyak digunakan dan memiliki konsekuensi yang menghancurkan, tidak hanya untuk peminum tetapi untuk orang di sekitar mereka.
"Coba pikirkan tentang apa yang terjadi (dengan alkohol) di setiap pertandingan sepak bola," kata Wim van den Brink, seorang profesor psikiatri dan ketergantungan di University of Amsterdam. Dia tidak terkait dengan studi dan menulis sebuah komentar di Lancet.
Mabuk secara berlebihan menyebabkan alkohol merusak hampir semua sistem organ. Hal ini juga dihubungkan dengan tingkat kematian yang lebih tinggi dan terlibat dalam persentase yang lebih besar dari angka kejahatan dibandingkan obat lainnya, termasuk heroin.
Namun para ahli mengatakan akan tidak praktis dan tidak benar melarang penggunaan alkohol.
"Kita tidak bisa kembali ke hari-hari larangan," kata Leslie King, seorang penasihat Pusat Monitoring Eropa untuk Obat dan salah satu penulis studi tersebut. "Alkohol terlalu tertanam dalam budaya kita dan tidak akan pergi."
King mengatakan, negara harus memiliki target terhadap peminum alkohol bermasalah, bukan pada sebagian besar orang yang menikmati sedikit minuman beralkohol. Dia mengatakan, pemerintah harus mempertimbangkan program pendidikan lebih lanjut dan menaikkan harga alkohol sehingga tidak tersedia secara luas.
Para ahli mengatakan penelitian ini seharusnya mendorong negara-negara untuk mempertimbangkan kembali bagaimana mereka mengklasifikasikan obat-obatan. Sebagai contoh, tahun lalu di Inggris, pemerintah meningkatkan hukuman untuk kepemilikan ganja. Salah satu penasehat senior, David Nutt, penulis utama studi Lancet, dipecat setelah ia mengkritik keputusan Inggris.
"Pemerintah memutuskan sesuatu ilegal atau tidak selalu berdasarkan pada ilmu pengetahuan," kata van den Brink. Dia mengatakan pertimbangan tentang pendapatan dan perpajakan, seperti yang mengumpulkan dari industri alkohol dan tembakau, dapat mempengaruhi keputusan untuk mengatur atau melarang sesuatu bahan tertentu.
More about → Alkohol Lebih Mematikan Ketimbang Heroin, Kokain
Diposting oleh
Blog Anak Muda on Senin, 01 November 2010
Upaya melegalisasi ganja di negara bagian California, Amerika Srikat menemui jalan buntu. Kontroversi ganja bagus untuk pengobatan menjadi semakin berkepanjangan.
The New York Times, edisi Selasa (2/11) memberitakan hasil referendum khusus di negara bagian California, Sebanyak 57% pemilih menolak melegalkan ganja, sementara 43% lainnya menyatakan dukungan.
Kendati kampanye legalisasi ganja itu disponsori miliarder George Soros sebesar US$1 juta, mayoritas penduduk California tidak sudi membiarkan ganja beredar bebas.
Ketua kampanye Pemuda California Bebas Dari Obat-obatan terlarang Marsha Saben senang dengan hasil itu. Dia mengatakan bahwa ini adalah bukti bahwa penduduk California sepenuhnya sadar akan bahaya dan masalah yang akan ditimbulkan akibat pelegalan ganja ini.
Dia mengatakan bahwa legalisasi ganja akan menimbulkan kerancuan hukum dari kota ke kota. Jika dilegalkan, ganja diperbolehkan pada hukum di negara bagian California, namun dilarang di Amerika Serikat.
Pada November 1996, masyarakat California menyetujui proposisi 215, sebuah inisiatif yang dapat, membuat ganja tersedia secara legal sebagai obat di Amerika Serikat untuk pertama kali. Di bawah undang-undang yang baru, pasien atau perawat utama mereka yang memiliki atau menanam ganja untuk perawatan medis yang telah direkomendasikan oleh seorang dokter akan dibebaskan dari segala tuntutan kriminal.
Pengobatannya dapat diperuntukkan bagi kanker, anorexia, AIDS, rasa sakit kronis, kejang-kejang, galukoma, arthritis, migrain, atau apapun penyakit lainnya yang dapat disembuhkan oleh ganja
"Dokter tidak boleh dihukum dalam cara apapun karena membuat rekomendasi, yang dapat ditulis maupun secara lisan. Disahkannya hukum seperti ini hanyalah permulaan dari sebuah tren yang akan menghadirkan tantangan baru bagi dokter, yang akan diminta mengambil tanggung jawab awal di mana banyak dari kita yang belum siap," demikian tulis Lester Grinspon dan James B Bakalar dalam sebuah makalah yang dirilis pada 1997.
Pakar kesehatan itu berpendapat bahwa ganja sangatlah aman, praktis, dan sebagai obat-obatan yang potensinya sangat murah.
"Ketika kami mengulas kegunaan medisnya pada 1993 setelah memeriksa banyak pasien dan sejarah kasus, kami dapat menyebutkan daftar sebagai berikut: mual dan muntah-muntah dalam kemoterapi kanker, sindroma hilangnya berat badan pada AIDS, glaukoma, epilepsi, kejang otot dan rasa sakit kronis pada multiple sclerosis, quadriplegia dan gangguan kejang lainnya, migrain, prurits parah, depresi, dan gangguan mood lainnya. Sejak itu kami telah mengidentifikasi lebih dari selusin lainnya termasuk asma, insomnia, dystonia, scleroderma, penyakit Crohns, diabetic gastroparesis, dll," katanya.
Sementara American Medical Association (AMA) mengklaim bahwa ganja tidak memiliki nilai medis. Meski demikian, industri farmasi besar malah sibuk mendapatkan paten untuk produk-produk berbasis marijuana (ganja).
Posisi pemerintah Amerika Serikat yang menolak riset dan penggunaan medis marijuana dianggap sebagai kebijakan publik yang irasional dan bobrok secara moral. Satu teori populer yang berusaha menjelaskan pelarangan pemerintah federal yang tampak tidak bisa dijelaskan terhadap ganja sebagai obat medis berbunyi seperti ini: "Baik pemerintah Amerika Serikat maupun industri farmasi tidak akan mengizinkan penggunaan ganja sebagai pengobatan medis karena mereka tidak bisa mematenkannya atau mengambil keuntungan darinya."
George F. Will, seorang kolumnis konservatif, berujar, Ganja legal mungkin sedang dalam proses di AS. Pemerintahan Barack Obama saat ini belum memutuskan untuk menghukum pengedar dan pengguna ganja. Hal ini memicu polemik di kalangan masyarakat AS.
Will telah membuat perbandingan dampak ganja dengan alkohol, judi, dan bahkan pelacuran. "Kami telah melegalkan judi di negeri ini selama lebih dari dua generasi. Itu selalu dianggap dosa dan kejahatan. Tanpa debat nasional, dan tanpa ada keputusan sekarang ini, kami sudah melakukannya . Kami juga melegalkan prostitusi. Dan sekarang, kita juga mungkin sedang memproses legalisasi ganja."
Memang saat ini, marijuana dijual bebas dengan alasan untuk menyembuhkan insomnia dan rasa khawatir dalam banyak masyarakat AS. Namun, penyimpangannya, tentu saja sangat banyak.
Saat ini, ada 14 negara bagian di AS yang melegalkan ganja untuk kesehatan, yaitu: Alaska, California, Colorado, Hawaii, Maine, Maryland, Michigan, Montana, Nevada, New Mexico, Oregon, Rhode Island, Vermont, dan Washington.
More about → Ganja Menyehatkan?